*TETAP TENANG DI SEGALA SITUASI

Posted On Februari 27, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 131 :2
“Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.”

Semua orang membutuhkan ketenangan dalam menjalani hidup, namun di hari-hari ini ketenangan seolah-olah semakin menjauh dari kehidupan manusia.  Bagaimana bisa hidup tenang jika setiap hari kita mendengar dan melihat berita-berita yang mengejutkan dan aneh-aneh di surat kabar atau televisi.  Contoh:  berbagai virus penyakit kini banyak bermunculan, bahkan virus mematikan pun menjadi teror tak kasat mata bagi semua orang:  Zika, Ebola, SARS, MERS, H7N9, HIV dan sebagainya;  bencana alam terjadi di mana-mana tanpa dapat diduga datangnya, seperti banjir bandang di Garut  (Jawa Barat), badai Matthew yang memporak-porandakan kota Haiti dan juga beberapa wilayah di Amerika.  Juga ajaran-ajaran yang menyimpang dari kebenaran bermunculan di mana-mana dan menyesatkan banyak orang.  Semua situasi ini menyebabkan orang kehilangan rasa tenang, yang ada rasa gelisah dan was-was.

*Menjadi orang percaya tidak berarti membebaskan kita dari semua situasi yang ada.  Kita masih dihadapkan pada kesukaran, masalah dan tekanan dengan segala bentuknya, namun tidak seharusnya kita kehilangan rasa tenang.  “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;”  (Maz 34:20).  Kita tetap tenang di segala situasi apabila kita senantiasa bergaul karib atau tinggal dekat dengan Tuhan, sebab Dialah sumber ketenangan yang sejati.  “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.”  (Maz 62:2-3).  Di dalam Tuhan ada harapan, ada perlindungan dan ada keselamatan yang pasti.

*Jika kita berpegang teguh kepada janji firman Tuhan kita akan mampu menguasai diri dalam menghadapi apa pun, bertindak dan berpikir selaras dengan firman-Nya… saat itulah kita akan merasakan ketenangan.  “Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”  (1 Pet 4:7b).  Meningkatkan jam doa itu kuncinya!

“Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.”  (Maz 116:7)

Rs

from Blogger http://bit.ly/2lKPNb2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s