Untuk yang Sakit

Posted On Agustus 6, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Yesaya 40:31
Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Sama sekali tidak ada keraguan bahwa bilur-bilur Yesus sanggup menyembuhkan dengan sempurna. Tetapi adakalanya sebagai hamba Tuhan kita mengerti, Tuhan hendak menjemput seseorang melalui penyakit. Saat di mana seseorang disengsarakan oleh penyakit hingga waktu ia dipanggil pulang adalah saat-saat krusial. Betapapun hebatnya iman seseorang, saya mendapati penyakit kritis dapat menggoncangkan iman mereka.

 Sedih dan sungguh memilukan bila kita mendapati seseorang mengutuki Tuhan karena penyakit yang dideritanya kemudian pergi dalam kemarahannya. Kita semua tahu ke mana ia akan berlabuh. Ingat baik, bukan langkah pertama yang menentukan tetapi langkah terakhir.

Itulah sebabnya penting untuk seseorang ada di samping mereka yang hendak pulang. Seseorang yang mampu untuk memberitahu mereka yang sakit untuk menanti-nantikan Tuhan dan berhenti mengeluh.

Menantikan Tuhan di sini tidak hanya bermakna menunggu perjumpaan dengan Tuhan, tetapi juga tetap teguh berharap pada Tuhan atau tetap memiliki iman. Bukankah firman-Nya pernah berkata, “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” (Ibrani 10:35,36,38)

Ketika seseorang menantikan Tuhan atau tetap memiliki iman, Tuhan berjanji untuk memberikan kekuatan agar tidak menjadi lesu dan lelah. Mereka tetap akan memiliki damai sejahtera hingga hari mereka tiba.

Siapapun yang membaca renungan ini, saya mendorong Saudara untuk melihat kebutuhan ini pada setiap sesama kita yang sementara bergumul dengan penyakit keras mereka. Ajaklah mereka untuk menantikan Tuhan, untuk tetap memiliki pengharapan kepada Kristus. Agar mereka tidak menjadi lesu dan kelelahan dengan penyakit mereka. Agar mereka menjadi kuat, terhibur, penuh dengan damai sejahtera Allah. Bersediakah Saudara? (tw)

DOA: “Tuhan berilah aku kemampuan untuk melihat kebutuhan mereka yang sakit selain akan kesembuhan. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2vsQk8Y

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s