Bersyukur atas apa yang ada

Posted On Maret 15, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Fil 4:11
Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah
Belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.

Dua orang gelandangan sedang duduk mengobrol di sudut jalan. Gelandangan pertama berkata pada temannya, “Hidup ini memang susah. Tapi, seandainya saja saat ini aku punya uang satu juta, pasti hidupku bahagia.” Ternyata, obrolan kedua gelandangan itu didengar seorang jutawan yang sedang kebetulan lewat. Jutawan itu berhenti dan bertanya, “Maaf, saya dengar tadi Anda bilang hidup Anda akan bahagia jika Anda punya satu juta rupiah?” Tanyanya. “Benar sekali, Pak.” Jawab gelandangan itu. “Oke, saya akan beri Anda satu juta rupiah. Semoga Anda berbahagia” Jawab si jutawan murah hati itu sambil mengeluarkan dompetnya dan memberi seikat uang. Setelah sang jutawan pergi, apakah Anda bisa menebak apa yang akan dikatakan si gelandangan? Dia berkata pada temannya, “Wah, seandainya saja aku tadi bilang sepuluh juta!”

Nah, jika Anda berhasil menebak dengan benar, jangan-jangan itu salah satu tanda Anda juga sering berpikir demikian? Seandainya saja aku lahir di keluarga yang lebih bahagia. Seandainya saja aku tidak lahir di Indonesia. Seandainya saja aku punya kemampuan, kekayaan, popularitas, dan kesempatan seperti dirinya. Seandainya saja… Seandainya saja… Apakah ‘seandainya saja’ ini menjadi kata favorit dalam menggambarkan kehidupan Anda? Benjamin Franklin pernah berkata, “Rasa cukup membuat orang miskin menjadi kaya, tapi rasa tidak cukup membuat orang kaya menjadi miskin.”

Rasa cukup tidak ditentukan oleh apa yang kita punya. Namun, rasa cukup itu hanya ditentukan oleh bagaimana sikap kita terhadap apa yang terjadi dan apa yang kita miliki. Bukan impian yang membuat kita bahagia. Tapi, rasa syukurlah yang menentukannya. Saat kita terus melihat tetangga sebagai saingan. Saat kita hanya melihat ke atas, hanya berkumpul dengan kelompok yang membuat kita tampak malang dan menderita. Atau saat kita hanya mengukur segalanya dari materi, kita tidak akan pernah bisa merasa cukup. Jadi, mulai hari ini, berhati-hatilah jika kata “seandainya saja” lebih sering Anda ucapkan atau pikirkan ketimbang ucapan syukur. •

JCbu.. RS 

from Blogger http://bit.ly/2mq0DSL

Kita harus berbuah untuk Tuhan

Posted On Maret 14, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Filipi 1;22

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah

Setiap umat Kristiani diharapkan bahkan dituntut untuk berbuah, berbuah berbicara tentang hidup yang bermakna bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi sesama manusia
Yesus sendiri dengan tegas berkata; “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah”

Dalam perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah, sudah tiga tahun pemilik pohon ara mencari buah pohon ara dan tidak menemukannya, lalu ia mengatakan, tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
Sudah berapa lama kita hidup di dunia ini, sudahkah kita berbuah? Kalau belum, Tuhan masih memberi kesempatan untuk kita memperbaiki diri kita, seperti pengurus kebun anggur yang meminta kesempatan agar pohon ara itu dibiarkan tumbuh sesaat lagi
Namun perhatikan dengan baik bahwa si pengurus kebun anggur akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk

Hidup kita harus bermanfaat bagi sekeliling kita, jangan terlena ketika hidup kita terasa baik-baik saja, kita berpikir bahwa kita masih punya kesempatan, kita hidup sembarangan, kita hidup dengan egois, semua berfokus pada diri kita sendiri, kita bukannya menjadi surat terbuka bagi Kristus, tetapi sebaliknya menjadi momok bagi orang lain, menjadi benalu di masyarakat

Alkitab dengan tegas memperingatkan kita tentang hidup yang berbuah atau tidak, “Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api”
Pertobatan menjadi hal yang penting agar hidup kita berbuah, Yesus mengatakan, “Jadi hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan”

Dan untuk berbuah yang baik, kita harus tinggal di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita, sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kita tidak bisa berbuah, jikalau kita tidak tinggal di dalam Dia

Tuhan Yesus memberkati🙏🏼
RS

from Blogger http://bit.ly/2mDB827

Jaminan Tuhan atas hidupmu

Posted On Maret 13, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 37:25
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

Haleluya, adik adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Hari ini kita belajar kembali bagaimana penyertaan Tuhan Yesus atas hidup anak anakNYA.

Perhatikan ayat di atas,  dulu aku muda sekarang telah menjadi tua. Ini berbicara ada pengalaman dan waktu yang terus berjalan dan tidak dapat kita hentikan walaupun hanya sebentar saja.

Waktu yang berjalan akan membawa  kita kepada hasil dari sikap dan keputusan kita. Ketika kita mengambil sikap dan keputusan untuk setia dan berserah kepada Tuhan. Maka ada pengalaman akan jaminan yang Tuhan berikan bagi orang yang setia dan  berserah kepada Tuhan.

Jaminan yang Tuhan Yesus berikan adalah bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita dalam kondisi dan keadaan apapun.

Hal ini kita dapat lihat bagaimana Allah memimpin anak anakNya, seperti Abraham, Isak, Yakub , Daud, bahkan Ayub.

Ayub adalah salah satu anak Tuhan yang setia dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Kita bisa baca dalam ayub 1: 12, dengan jelas bagaimana ayub di cobai.  Tetapi Ayub tetap setia dan berserah sepenuhnya  kepada Tuhan. Maka nyata perlindungan Tuhan yang kuat dan nyata untuk hidup Ayub sehingga Tuhan mau dan berkenan memulihkan keadaan Ayub bahkan melipat gandakan berkat untuk Ayub.

Bahkan dalam ayat diatas dikatakan tidak pernah kulihat orang yang benar benar ditinggalkan dan  sampai anak cucunya meminta minta roti..

Ini terbukti ketika orang bersandar kepada Tuhan, maka ada berkat yang selalu Tuhan berikan kepada anak anakNYA.  Kita dapat melihat pemeliharaan Tuhan ketika orang Israel​ berada di padang gurun.

Hal ini kita dapat lihat dalam Ulangan 29:5  dikatakan bahwa Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang gurun; pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu, dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu.

Bahkan kita dapat membaca dalam Yosua 14:11-12 bagaimana kaleb tetap setia dan berserah kepada Tuhan, maka Kaleb pun Tuhan sertai sehingga dapat mengambil berkat yang Tuhan berikan kepadanya.

Bahkan perjanjian baru pun , Tuhan menyatakan muzijatNYA kepada anak anak Tuhan. Dalam Matius 14: 13-21( Yesus memberi makan 5.000 orang ) dan Matius 15;32-39 ( Yesus memberi makan 4.000 orang). Asal setia, ikut Tuhan, dengarkan firmanNya dan lakukan.

Dari beberapa hal diatas kita sadar bahwa Tuhan selalu bekerja untuk mendatang kebaikan bagi orang yang  mengasihiNYA.- Roma 8:28

 Tuhan janji dan jamin segala sesuatu yang terbaik untuk anak anakNYA.  Asal kita percaya, setia dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan.

Dan hal ini masih berlaku dulu dan masih berlaku bagi kita yang hidup sekarang ini sampai ke generasi yang selanjutnya yang akan datang.

Haleluya

from Blogger http://bit.ly/2lRziNI

Knock down but not knockout

Posted On Maret 12, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 37:24
 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Haleluya, adik adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Hari ini kita belajar kembali kebenaran firman Tuhan.

Beberapa hari yang lalu kita telah belajar bagaimana Tuhan menetapkan langkah langkahb orang yang sungguh sungguh percaya kepadaNYA.

Hari ini kita akan belajar kembali satu hal yang penting dalam hidup kita, anak anak Tuhan.

Perhatikan ayat di atas, dengan sangat jelas dikatakan ” Apabila ia Jatuh”. Dalam kehidupan manusia khususnya anak anak Tuhan, Tuhan tidak pernah berjanji bahwa  hidup kita akan lancar seperti jalan tol.

Tetapi hidup kita akan mengalami yang namanya proses pembentukan Tuhan. Dan terkadang dalam proses itu akan ada yang namanya kegagalan yang membuat kita jatuh.

Sama halnya jika sebuah bejana di bentuk, jika tidak baik karena tanahnya masih keras maka pembuat periuk pun akan menghancurkan kembali dan membuat tanah menjadi lembut dan membentuknya kembali.

Sama halnya dengan kita, jika kita menjalani proses Tuhan, jika ada yang tidak Tuhan berkenan akan Tuhan hancurkan dan akan memperbaikinya kembali.

Tetapi dalam proses kita yang gagal, Tuhan tidak akan pernah tinggalkan kita. Kita boleh jatuh ( knock down) tapi tidak akan keluar/ kalah ( knock out).

Ada tangan Tuhan yang terus menopang dan memberikan kekuatan kepada setiap anak anak Tuhan yang mau berserah kepada Tuhan..

Hal ini pun sudah teruji dan terbukti , bagaimana Tuhan menolong Bangsa Israel dalam memasuki tanah kanaan. Maka sekarang hal ini pun akan berlaku dalam hidup kita.

Baca Roma 8: 28 dikatakan bahwa kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikkan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Asal kita tetap setia dan tetap berpegang pada Firman Tuhan serta melakukan Firman Tuhan. Maka Tuhan Yesus pasti memberikan yang terbaik untuk setiap apa yang kamu perlukan dan apa yang kamu harapkan. Roh Kudus akan menolong dan memampukan hidup kita untuk melakukan kehendak Tuhan.

Haleluya

from Blogger http://bit.ly/2mx9nba

Hidup harus berbuah

Posted On Maret 11, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Filipi 1;22

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah

Setiap umat Kristiani diharapkan bahkan dituntut untuk berbuah, berbuah berbicara tentang hidup yang bermakna bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi sesama manusia
Yesus sendiri dengan tegas berkata; “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah”

Dalam perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah, sudah tiga tahun pemilik pohon ara mencari buah pohon ara dan tidak menemukannya, lalu ia mengatakan, tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
Sudah berapa lama kita hidup di dunia ini, sudahkah kita berbuah? Kalau belum, Tuhan masih memberi kesempatan untuk kita memperbaiki diri kita, seperti pengurus kebun anggur yang meminta kesempatan agar pohon ara itu dibiarkan tumbuh sesaat lagi
Namun perhatikan dengan baik bahwa si pengurus kebun anggur akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk

Hidup kita harus bermanfaat bagi sekeliling kita, jangan terlena ketika hidup kita terasa baik-baik saja, kita berpikir bahwa kita masih punya kesempatan, kita hidup sembarangan, kita hidup dengan egois, semua berfokus pada diri kita sendiri, kita bukannya menjadi surat terbuka bagi Kristus, tetapi sebaliknya menjadi momok bagi orang lain, menjadi benalu di masyarakat

Alkitab dengan tegas memperingatkan kita tentang hidup yang berbuah atau tidak, “Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api”
Pertobatan menjadi hal yang penting agar hidup kita berbuah, Yesus mengatakan, “Jadi hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan”

Dan untuk berbuah yang baik, kita harus tinggal di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita, sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kita tidak bisa berbuah, jikalau kita tidak tinggal di dalam Dia

Tuhan Yesus memberkati🙏🏼

RS

from Blogger http://bit.ly/2noGUUn

Kita adalah Milik Kristus

Posted On Maret 10, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Kisah Para Rasul 15:11 
Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.”

Jangan pernah lupa bahwa keselamatan yang kita terima adalah kasih karunia Tuhan, anugrah ini memang gratis tapi bukan murahan, sebab Yesus membayarNya dengan darahNya yang mahal.
Yesaya 1:18 Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
Walau dosa kita merah seperti kirmizi, Yesus sanggup memutihkannya seperti salju artinya jangan lagi kita merasa rendah diri atau minder, datanglah kepadaNya dengan sungguh sungguh.
Kita bukan hanya sekedar diselamatkan, akan tetapi diangkat dari lumpur dosa dan kutuk, bahkan dimuliakan untuk melakukan perkara perkara yang besar.
Markus 16:17-18 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Berkat, kuasa dan mujizatNya membuat kita terpesona, seolah olah itu kehebatan kita, padahal semuanya memang sudah satu paket dari keselamatan yang kita terima, itu sebabnya jangan sombong atau tinggi hati.
Ttp semangat. Jbu
NWB

from Blogger http://bit.ly/2mGuVUT

Kita adalah surat terbuka

Posted On Maret 9, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

*2 Korintus 3:2*
_Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang._

Shalom,
Sebagai orang percaya, kita adalah surat terbuka yang dapat dibaca dan dinilai oleh banyak orang. Antara lain, orang tua, anggota keluarga, sahabat atau orang-orang yang mengenal kita.
Jangan sampai iman mereka menjadi lemah atau urung menjadi orang percaya karena melihat kehidupan kita. Cara hidup kita akan berbicara lebih keras dibandingkan dengan semua ucapan kita.
Mari mulai hari ini biarlah kehidupan kita dapat menjadi kesaksian di mana pun kita berada.
Tuhan Yesus memberkati.

Good Morning…
Have a Joyful Wednesday…
JCbu always 🙏 RS 

from Blogger http://bit.ly/2m3ViRQ

Hidup itu indah dan nikmat

Posted On Maret 8, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Yeremia 23:36 
Tetapi Sabda yang dibebankan oleh TUHAN janganlah kamu sebut-sebutkan lagi, sebab yang menjadi beban bagi setiap orang ialah perkataannya sendiri, oleh karena kamu telah memutarbalikkan perkataan-perkataan Allah yang hidup, TUHAN semesta alam, Allah kita.

Hidup yang Tuhan berikan sebenarnya sangat sederhana dan mudah, hanya karena ulah manusia itu sendiri maka hidupnya menjadi sulit dan rumit. 1 Timotius 6:7-8 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar, asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
Ambisi manusialah yang membawa mereka masuk dalam pencobaan dan kesukaran, segala sesuatu dipaksakan dengan berlebihan. 1 Timotius 6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Hidup itu indah dan nikmat, asal kita menjalaninya dengan penuh ucapan syukur, kesulitan dan masalah yang terjadi seringkali karena ulah dan perbuatan kita sendiri. Menikmati hidup bukan berarti kita harus memaksa untuk memiliki barang mewah dan mahal, bukan pula memiliki harta benda yang banyak, sebab jika mau saat inipun kita sudah bisa menikmati hidup ini.
Ttp semangat. Jbu
NWB
nb: Gaya sebuah benda dipengaruhi oleh berat, jika hidup anda semakin berat mungkin anda kebanyakan gaya.»Fisika«

from Blogger http://bit.ly/2mCWf6R

Fokus dengan janji janji Tuhan

Posted On Maret 7, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Yesaya 43:18 
firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!

Menjadi kecewa adalah normal dan wajar, ketika kita mendapati banyak hal dalam hidup kita yang tidak berjalan atau berhasil sesuai dengan rencana dan keinginan kita.
Didunia kita tidak bisa hidup tanpa kekecewaan, sebab kekecewaan selalu hadir dalam hidup kita, namun kita bersyukur didalam Yesus kita memiliki masa depan yang penuh harapan.
Filipi 3:13b aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
Satu hal yang harus kita sadari, bahwa didalam dunia tidak ada satupun manusia yang tidak pernah gagal dan kecewa, jadi jangan lihat masa lalu, tapi tataplah masa depan kita yang penuh dengan harapan.
Hapus masa lalu, tatap masa depan, fokus dengan janji janji Tuhan, didalamnya penuh dengan visi baru, rencana, ide, mindset yang baru, pandangan yang segar penuh dengan gairah yang baru.
Ttp semangat. Jbu
NWB

from Blogger http://bit.ly/2muZYmy

Kita telah merdeka

Posted On Maret 6, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

2Korintus 3:17.
 Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Sobat,
Kehidupan dalam tubuh jasmani adalah keterbatasan yang membelenggu manusia untuk tetap hidup dalam keinginan dosa; namun oleh anugerah Allah kita dapat mengenal Yesus yang telah mengutus Roh Kudus yaitu Roh Allah sendiri untuk menyertai setiap orang yang percaya kepada-Nya. Hanya Roh Allah yang tak terbatas, mampu membebaskan kita dari belenggu keterbatasan, sehingga didalam Nama Yesus Kristus, kitapun benar2 dimerdekakan dari dosa

 sekali Yesus tetap Yesus
Haleluya.RS 

from Blogger http://bit.ly/2mtHinP

« Laman SebelumnyaLaman Berikutnya »