Peroleh kekuatan baru dan penghiburan.

Posted On Oktober 22, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 84:11
“Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.” ()

Perlukah kita pergi ke gereja? Perlukah kita menyediakan waktu untuk datang beribadah ke gereja setiap hari Minggu? Ya, tentu saja perlu… Tapi masih banyak orang Kristen yang mengabaikan jam-jam ibadah dan tidak lagi pergi ke gereja! Bagi orang percaya beribadah ke gereja adalah tugas dan kewajiban yang tidak boleh diabaikan dan itu adalah sebuah keharusan.

Pergi beribadah ke gereja adalah perintah Tuhan dan harus ditaati. Tertulis: “Tetapi tempat yang akan dipilih Tuhan, Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi.” (Ulangan 12:5). Bila Tuhan memberikan perintah tidak ada alasan bagi kita untuk melanggarnya. Di dalam gereja Tuhan telah menyediakan berkat-berkat bagi umatNya. Oleh karena itu firman Tuhan menasihatkan, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:25).

Setiap orang percaya yang aktif dan setia beribadah ke gereja adalah orang-orang yang berbahagia karena di dalam rumah Tuhan banyak berkat. Permazmur berkata, “Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau.” (Mazmur 84:5). Ada urapan dan berkat yang dicurahkan Tuhan bagi perhimpunan orang-orang yang berkumpul bersehati di baitNya yang kudus, “Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat,…” (Mazmur 133:3b).

Adalah rugi besar jika kita malas untuk pergi beribadah ke gereja! Selain ada berkat-berkat yang melimpah, di rumah Tuhan kita akan beroleh jawaban atas persoalan dan pergumulan yang sedang terjadi dalam kehidupan kita. Di rumah Tuhan kita bawa beban yang ada dan kita serahkan kepada Dia. Tuhan berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28).

Ketika kita memuji dan mengagungkan nama Tuhan di situlah kita beroleh kekuatan baru dan penghiburan.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2xWp8MX

Iklan

Bukan Pertemuan Ibadah

Posted On Oktober 21, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Ibrani 10:25
Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. ()

Beberapa tahun lalu ketika masih tergabung di pelayanan media televisi, saya sering menerima pendapat lewat pelayanan doa melalui telepon seperti ini: “Pak, saya hari Minggu gak ke gereja mana-mana. Cukuplah bagi saya mengikuti program rohani Kristen di televisi. Kan ada pujian dan khotbahnya juga. Itu sama saja saya ke gereja.” Fenomena ini terasa janggal, tetapi bukan tidak mungkin jumlah mereka yang berpendapat seperti itu melebihi perkiraan kita.

Kita hanya dapat membuktikan apakah fenomena itu benar atau tidak bila kita kembali kepada Firman Tuhan. Argumen-argumen yang kita coba bangun dengan pikiran kita akan dengan mudah dapat dipatahkan oleh mereka yang menganggap apa yang mereka lakukan itu sudah tepat. Bila kita bercermin kepada Alkitab maka Ibrani 10:25 adalah jawabannya. Ibrani 10:25 menulis: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita…” Frasa ‘pertemuan-pertemuan ibadah’ dari teks aslinya bermakna “a gathering together in one place” atau berkumpul bersama dalam satu tempat. Jadi menyaksikan tayangan program rohani di televisi atau mendengarkan program rohani di radio tidak dapat disamakan dengan pergi ke gereja. Sebab baik menyaksikan di televisi maupun mendengarkan melalui radio, kita tidak sedang ada bersama di sebuah tempat. Mereka yang bersiaran ada di studio, kita ada di rumah masing-masing.

Marilah kita membiasakan diri untuk menghadiri pertemuan-pertemuan ibadah khususnya di gereja. Singkirkanlah semua alasan yang menghalangi kita untuk pergi beribadah. Dalam pertemuan ibadah, kita tidak hanya bersekutu dengan saudara-saudara seiman saja, melainkan juga bertemu dengan Tuhan Yesus (Matius 18:20). Alkitab juga memberitahukan kita: “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Timotius 4:8). Ketika beribadah, kita duduk mendengarkan Firman Tuhan. Dari Firman Tuhan itu kita menemukan janji-janji Tuhan, baik
untuk hidup kita sekarang, juga untuk kehidupan kekal kita kelak di sorga. (tw)

DOA: “Tuhan, aku singkirkan semua hal yang merintangiku untuk datang beribadah di gereja. Aku ingin bertemu dengan-Mu lewat pemberitaan Firman. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2gV0U0c

SUARA YANG AGUNG

Posted On Oktober 19, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Wahyu 19:1
“Aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di surga, katanya: “Haleluya!”

Seorang anak kecil bernama Philip menyusuri jalanan sebuah kota kecil di Pennsylvania. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ia mendengar bunyi yang asing di telinganya. Ternyata yang didengarnya adalah bunyi piano. Philip Bliss yang saat itu berusia 10 tahun sangat tertarik akan bunyi itu sehingga ia mencari dan mendatangi rumah yang menjadi sumber suara tersebut.

Ketika wanita yang memainkan piano itu melihat Philip, ia berhenti bermain. Philip berkata, “Tolong, mainkan lagi!” Namun wanita itu tidak menggubris keinginan Philip dan mengusirnya. Wanita itu tak tahu betapa agungnya dentingan nada itu bagi Philip. Ia tidak tahu bahwa bocah itu kelak akan menjadi orang berbakat yang menulis banyak himne indah.

Bayangkan bagaimana bila seseorang yang memiliki bakat musik untuk pertama kalinya mendengarkan komposisi permainan piano yang indah dengan alunan nada dan suara yang bervariasi. Lalu bayangkan pula bagaimana bila kelak untuk pertama kalinya Anda mendengar irama agung yang dilantunkan oleh umat tebusan Allah di surga. Dalam kitab Wahyu kita membaca bahwa di surga nanti, ribuan orang akan menggabungkan suara mereka dengan “kecapi Allah” dan bersama-sama menyanyi, “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan Allah, Yang Mahakuasa!” (Wahyu 15:3).

Sementara menanti saat kita kelak menjadi bagian dari paduan suara surgawi itu, marilah kita mulai memuji Allah dan Juruselamat kita yang tiada bandingnya, yang layak menerima segala pujian dan kemuliaan.

MENYANYIKAN PUJIAN BAGI ALLAH
TAK AKAN PERNAH KETINGGALAN ZAMAN

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2hORO4t

TAK PERNAH SENDIRI

Posted On Oktober 18, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 139:3
“Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi”

Dalam dunia yang semakin marak dengan berbagai alat pengintai berteknologi tinggi yang tidak lagi mahal, privasi manusia menjadi langka dan sangat berharga. Seorang agen Biro Penyelidikan berkata, “Jangan pernah berpikir Anda sendirian, karena Anda tak pernah sendiri.”

Kamera kini banyak digunakan untuk mengawasi orang di berbagai tempat umum seperti bank dan pusat perbelanjaan. Masyarakat awam pun kini dapat dengan mudah membeli kamera video kecil tanpa kabel seharga kurang dari 100 dolar untuk tujuan yang tidak semestinya.

Karenanya, mungkin terdengar aneh jika pemazmur hendak bersyukur atas hilangnya kebebasan pribadi. Namun hal itu tidak aneh ketika kita tahu bahwa kebebasan pribadinya hilang karena setiap langkahnya diawasi Allah Yang Mahabesar. Setelah menyatakan bahwa Allah mengetahui setiap pikiran, perkataan, dan tindakannya sebelum semuanya itu terjadi, Daud berkata, “Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya” (Mazmur 139:6).

Tak ada tempat yang luput dari kehadiran, tuntunan, dan perlindungan Allah (ayat 7-10). Kegelapan yang paling pekat sekalipun dapat menjadi terang karena kehadiran Allah (ayat 11,12). Sejak kelahiran sampai kematiannya, kehidupan Daud setiap hari diketahui oleh Sang Pencipta (ayat 13-16). Tak terhitung pula berapa kali Allah berpikir tentang manusia (ayat 17,18).

Keberadaan kita benar-benar terbuka di hadapan Allah. Itu sebabnya kita tak pernah sendiri dalam hubungan kita dengan Allah. Sungguh suatu penghiburan yang besar!

ORANG YANG HIDUP BERSAMA YESUS
TIDAK PERNAH SENDIRI

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2zxggQ1

HAL YANG SEPELE

Posted On Oktober 17, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

1 Petrus 5:7
“Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”

Usaha penebangan pohon itu berjalan tanpa hambatan sampai salah seorang pekerja menjatuhkan mata kapak pinjamannya ke sungai (2 Raja-raja 6:4,5).

“Ke mana jatuhnya?” tanya Nabi Elisa (ayat 6). Ketika pekerja itu menunjukkan tempatnya, Elisa melemparkan sepotong kayu ke sana dan “timbullah mata kapak itu dibuatnya” (ayat 6). “Ambillah,” katanya. Orang itu pun “mengulurkan tangannya dan mengambilnya” (ayat 7).

Mukjizat ini melukiskan secara sederhana sebuah kebenaran yang dalam, yakni bahwa Allah mempedulikan hal-hal sepele dalam hidup kita: hilangnya mata kapak, koin, kunci, dokumen, atau lensa kontak. Semua itu adalah hal-hal kecil yang dapat membuat kita resah dan cemas. Dia memang tidak selalu mengembalikan barang yang hilang (semua akan terjadi menurut pertimbangan-Nya), tetapi yang pasti Dia memahami kehilangan yang kita alami dan menghibur kita saat berduka.

Saya sering ikut merasa sedih ketika anak anak saya kehilangan barang yang sepele. Barang yang rusak atau hilang itu memang tidak berarti bagi saya, tapi bagi mereka barang-barang itu sangat berharga. Hal itu menjadi berarti bagi saya karena barang yang hilang itu berharga bagi mereka, dan mereka berharga bagi saya.

Demikian pula Bapa kita di surga. Berbagai kekhawatiran kecil kita sangat berarti bagi-Nya karena kita sangat berarti bagi-Nya. Kita dapat menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya karena Dia mempedulikan kita.

ALLAH MEMPEDULIKAN KEKHAWATIRAN KITA
KARENA DIA MEMPEDULIKAN KITA

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2goBMlq

Layani Tuhan

Posted On Oktober 16, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

1 Petrus 4:10
 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

Dunia tidak pernah mengajarkan pada kita kasih tanpa syarat, seluruh hukum dunia adalah hukum timbal balik, yang penuh dengan syarat,  “kalau kamu baik dengan saya maka sayapun baik dengan kamu”.

Matius 5:38-39  Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Melayani dan menolong orang lain ialah hukum kasih yang diajarkan Yesus kepada kita semua, hanya jika kita sungguh sungguh mengasihiNya, maka kita baru bisa mengasihi dan melayani orang lain.

Sesungguhnya setiap kita memiliki talenta dan karunia untuk melayani, jadi sebagai pengikut Kristus lakukanlah semua itu, maka damai sejahtera dan sukacita senantiasa memenuhi kita semua.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2hJsEUX

KASIH

Posted On Oktober 15, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

1 Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Keberhasilan sebuah hubungan adalah KASIH, tanpa kasih hubungan sedekat apapun tidak akan pernah berhasil, jika kita ingin memiliki hubungan yang baik dengan siapa saja, mintalah kepada SANG pemilik kasih yaitu Yesus Kristus, maka hati kita akan bisa melepaskan pengampunan kepada siapa saja yang pernah menyakiti kita.

Yakobus 3:17  Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

Kasih Kristus akan memurnikan seluruh sikap dan perilaku kita, tidak munafik dan memihak melainkan peramah dan penurut, menjadi pendamai bagi siapa saja yang sedang kehilangan damai sejahtera, baik dalam pertengkaran dan perselisihan.

Dimanapun dirinya berada senantiasa ada damai sejahtera dan sukacita, sebab kasihNya kepada Yesus melebihi segalanya, mudah mengubur gengsi dan harga diri, menghapus segala kebencian dan kemarahan, memiliki kerinduan untuk menyatukan hubungan yang retak.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2xG3KvC

CUKUP SETIAKAH KITA?

Posted On Oktober 14, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Yesaya 6:8
“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata, “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?”

Seorang misionaris muda di Amerika Tengah tergoda untuk menyerah. Ia menulis kepada teman-teman dan sanak saudaranya, “Pada siang hari saya berlayar dengan sebuah kapal ikan. Malamnya saya tidur di atas tumpukan kulit binatang di geladak kapal. Namun, orang-orang sepertinya tidak tertarik pada Injil yang saya sampaikan. Kadang-kadang iblis menggoda dan mematahkan semangat saat saya merasa seolah-olah gagal.” Namun ia menambahkan, “Lalu saya bangkit dan bertekun kembali, karena saya ingat bahwa Allah tidak meminta pertanggungjawaban atas keberhasilan, tetapi kesetiaan kita.”

Nabi Yesaya pun barangkali tergoda untuk menyerah karena mendapat tugas yang sulit. Tuhan mengatakan bahwa setelah ia menjalankan tugas, orang-orang akan mendengar, tetapi mereka tidak akan mengerti, melihat tetapi tidak akan tanggap (Yesaya 6:9). Hati mereka menjadi keras, telinga mereka tidak mendengar, dan mata mereka tertutup (ayat 10).

Bayangkan bila Anda menjadi Nabi Yesaya atau misionaris itu. Apakah Anda akan terus berusaha atau menyerah? Apakah Anda cukup setia, atau Anda pikir pekerjaan Anda harus terlihat berhasil agar Anda merasa puas dalam melayani Tuhan? Lihatlah, sang nabi dan misionaris di atas hanya melakukan dengan setia apa yang Tuhan perintahkan.

Mereka menyampaikan firman Allah dan yakin pada tujuan-Nya. Anda juga dapat menjadi pelayan yang setia seperti mereka. Lakukan saja yang terbaik dan biarkan Tuhan menentukan hasilnya.

DUNIA MEMAHKOTAI KEBERHASILAN
ALLAH MEMAHKOTAI KESETIAAN

Semangat Pagi dan Selamat Berakhir Pekan, God Bless

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2ynbBBJ

Ikut Jalan Tuhan …lebih pasti

Posted On Oktober 13, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Matius 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Agresi atau penyerangan ketika kita melakukan sesuatu terlalu cepat, kita memompa seluruh energi agar bisa berhasil, lompatan kita mungkin terlalu tinggi dari batas kapasitas dan kemampuan kita, itu sebabnya kita jatuh kealam stres.

Arogansi sebagai letupan kesombongan dengan mengambil begitu banyak tugas dan tanggung jawab sendirian bahkan tidak sungkan untuk meng agresi bagian dari orang lain, tanpa peduli perasaan mereka.

Mengapa Yesus tidak mengajarkan tentang daya juang, keuletan dan keberanian, tetapi Dia lebih banyak mengajarkan tentang Kasih, Kelemah lembutan dan Kerendahan hati, sebab untuk mencapai semua itu butuh perjuangan, keuletan dan keberanian.

Bila stres sudah mengikat hidup kita sedemikian rupa, mengkerdilkan kapasitas kemampuan kita, kenapa sekarang kita tidak beralih kepada Tuhan, jadilah orang yang lemah lembut dan rendah hati?

Percayalah! Dalam kelemah lembutan dan kerendahan hati segala cita cita dan harapan kita akan lebih cepat berhasil dan menjadi nyata.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2hDi8hS

TAK PERNAH SENDIRI

Posted On Oktober 12, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 139:3
“Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi”

Dalam dunia yang semakin marak dengan berbagai alat pengintai berteknologi tinggi yang tidak lagi mahal, privasi manusia menjadi langka dan sangat berharga. Seorang agen Biro Penyelidikan berkata, “Jangan pernah berpikir Anda sendirian, karena Anda tak pernah sendiri.”

Kamera kini banyak digunakan untuk mengawasi orang di berbagai tempat umum seperti bank dan pusat perbelanjaan. Masyarakat awam pun kini dapat dengan mudah membeli kamera video kecil tanpa kabel seharga kurang dari 100 dolar untuk tujuan yang tidak semestinya.

Karenanya, mungkin terdengar aneh jika pemazmur hendak bersyukur atas hilangnya kebebasan pribadi. Namun hal itu tidak aneh ketika kita tahu bahwa kebebasan pribadinya hilang karena setiap langkahnya diawasi Allah Yang Mahabesar. Setelah menyatakan bahwa Allah mengetahui setiap pikiran, perkataan, dan tindakannya sebelum semuanya itu terjadi, Daud berkata, “Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya” (Mazmur 139:6).

Tak ada tempat yang luput dari kehadiran, tuntunan, dan perlindungan Allah (ayat 7-10). Kegelapan yang paling pekat sekalipun dapat menjadi terang karena kehadiran Allah (ayat 11,12). Sejak kelahiran sampai kematiannya, kehidupan Daud setiap hari diketahui oleh Sang Pencipta (ayat 13-16). Tak terhitung pula berapa kali Allah berpikir tentang manusia (ayat 17,18).

Keberadaan kita benar-benar terbuka di hadapan Allah. Itu sebabnya kita tak pernah sendiri dalam hubungan kita dengan Allah. Sungguh suatu penghiburan yang besar!

ORANG YANG HIDUP BERSAMA YESUS
TIDAK PERNAH SENDIRI

Semangat Pagi dan Selamat Beraktivitas, God Bless

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2xzMe0w

Laman Berikutnya »