MEMBANGUN ROH SUKACITA

Posted On Januari 20, 2018

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Filipi 4:4
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Bagaimanakah kita bisa tetap menjadi positif di dunia yang negatif? Bagaimana kita bisa tetap optimis ketika kita mengalami pencobaan yang berat dalam hidup kita? Apakah kita bisa tetap bersukacita? Galatia 5;22 yang mengatakan, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita …”

Tetapi Sukacita berbeda dengan berbahagia. Sukacita itu lebih dalam. Sukacita itu sikap. Sukacita itu sebuah pilihan untuk bersukacita. Kita bisa memilih untuk bersukacita, sekalipun kita berada dibawah tekanan kesulitan dan masalah yang besar.

Alasan mengapa kita harus bersukacita dan menjadi orang yang paling positif:
– Karena kita mempunyai pengharapan (Roma 5:1-2). Pepatah mengatakan: seorang bisa hidup 40 hari tanpa makanan, 3 hari tanpa minuman, dan 8 menit tanpa udara, tetapi 1 menit pun tidak bisa hidup bilamana tidak ada pengharapan.
– Karena kita mempunyai tujuan (Roma 5:3-4). Dibalik kesulitan kita selalu percaya bahwa selalu ada pengharapan di dalam Tuhan dan karena Tuhan mempunyai tujuan yang lebih besar daripada masalah kita.
– Karena Tuhan Menyertai kita (Roma 5:11). Kita dapat bersukacita dalam keadaan apapun karena Tuhan menyertai kita selalu dimanapun kita berada atau apapun yang kita sedang hadapi.

Biasakanlah sikap suka bersyukur dan berterima kasih. Biasakanlah sikap suka memberi kepada Tuhan. Biasakanlah cerita kebaikan Tuhan kepada oranglain.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’https://www.google-analytics.com/analytics.js’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2FXMk2M

Iklan

TUHAN DEKAT

Posted On Januari 19, 2018

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

 Mazmur 145:18  TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Sering kali kita merasa Tuhan begitu jauh, sampai berjuta juta mil jauhnya, sehingga kita tidak mungkin bisa menjumpaiNya, atau memperoleh pertolonganNya.

Tatkala sedang mengalami jalan buntu, ada begitu banyak masalah, problem, pergumulan yang sedang dialami, kita butuh Tuhan, bagaimana Tuhan bisa menolong kita? Dia begitu jauhnya, apakah Dia peduli?

Ketahuilah! Tuhan begitu dekatnya, hanya kita yang terlalu jauh daripadaNya, selama ini kita merasa tidak butuh Tuhan, tinggi hati,  sombong, angkuh, merasa hebat dan kuat, bahkan sampai saat inipun kita tidak pernah berseru kepadaNya.

Mazmur 34:18 Tuhan itu dekat kepada orang orang yang rendah hati, dan Ia menyelamatkan orang orang yang remuk jiwanya.

Datang dan berserulah kepadaNya, sesungguhnya kita sangat butuh Tuhan, tanpa Tuhan kita tidak akan pernah bisa hidup, semua yang kita alami adalah anugrah dari kasih karuniaNya yang begitu berlimpah limpah.

Rendahkan hati kita, Dia adalah Allah yang penuh Kasih dan Pengampunan, datanglah kepadaNya, sebab Dialah Allah yang tidak pernah mendendam atas segala prilaku dan sikap kita yang jahat.

Tuhan selalu peduli dengan segala luka, beban apapun yang sedang kita alami, dan Dia selalu siap untuk menolong kita, kapan saja.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’https://www.google-analytics.com/analytics.js’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2Dp9otL

siapa percaya kepada Tuhan, dilindungi

Posted On Januari 18, 2018

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Amsal 29:25 Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada Tuhan, dilindungi.

Salah satu cara menyingkirkan rasa takut akan kegagalan adalah berani bangkit untuk memulainya lagi, sambil menepis segala cemooh dan pengaruh negatif dari orang lain.

Jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain, tetapi evaluasilah kenapa kita sampai gagal? Lalu perbaiki, kalau perlu kita mulai lagi dari awal.

Jadi definisi kegagalan ialah bila menyerah  dan tidak mau bergerak sedikitpun, menolak untuk bangkit kembali.

Galatia 6:4 Baiklah tiap tiap orang menguji pekerjaannya sendiri, maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.

Tetap semangat. Jbu

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2rkyHrf

TANPA KESALAHAN

Posted On Januari 17, 2018

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Aku tidak akan menghapus namanya dari Kitab Kehidupan (Wahyu 3:5)

Nama David F. Kies tercantum dalam daftar veteran Vietnam pada tugu peringatan di Washington D.C. Sebuah berlian kecil tertempel di samping namanya. Hal itu menunjukkan bahwa ia mati dalam pertempuran. Namun, ini merupakan suatu kesalahan karena Kies sebenarnya masih hidup. Ia tinggal di Wisconsin dengan istri dan kelima anaknya.

David F. Kies memang berperang di Vietnam dan mengalami luka yang sangat serius sewaktu bertempur di dekat Saigon. Sewaktu ia dan rekannya sedang menjalankan tugas jaga malam, mereka menginjak sebuah ranjau. Sahabatnya meninggal seketika; sementara Kies kehilangan kedua kakinya tetapi tetap hidup. Karena terjadi kesalahan dalam laporan tertulis, ia disebutkan telah meninggal.

Kesalahan-kesalahan seperti itu dapat terjadi dalam dokumen militer. Namun, dalam dokumen yang paling penting yakni, Kitab Kehidupan Anak Domba (Wahyu 21:27), tidak ada kesalahan. Nama-nama orang yang mempercayai Yesus Kristus sebagai Juruselamat ditulis dalam kitab itu, dan mereka terjamin selamanya (Yohanes 10:28, Wahyu 3:5). Bagaimanapun juga, ada sisi lain dari fakta yang menenangkan ini. Pada saatnya nanti setiap orang yang namanya tidak tercantum dalam Kitab Kehidupan akan “dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:15).

Sudahkah nama Anda tercantum dalam Kitab Kehidupan Anak Domba? Sudahkah Anda mempercayai Yesus? Jika sudah, Anda boleh yakin bahwa Anda tidak akan dihukum. Allah tidak pernah membuat kesalahan –Dave Egner

KESELAMATAN KITA TERJAMIN KARENA FIRMAN ALLAH ITU PASTI

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2DFZVLx

Berdiam dirilah dihadapan Tuhan dan nantikanlah Dia.

Posted On Januari 16, 2018

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 37:7a Berdiam dirilah dihadapan Tuhan dan nantikanlah Dia.

Jika kita sedang mengalami masalah, jangan pernah menuntut Tuhan untuk memberi penjelasannya, sebab Tuhan tidak pernah berhutang penjelasan apapun kepada kita.

Apalagi merasa kesal, marah lalu protes pada Tuhan, sebab kita tidak layak melakukan semua itu, jika hal itu dilakukan akan membuat kita semakin jauh dari Tuhan.

Pengkotbah 8:12 Walaupun orang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka  takut akan hadirat Allah.

Hanya didalam hadirat Tuhan kita bisa merasakan damai sejahtera dan sukacita, itulah yang disebut kebahagiaan sejati bukan semu.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2DfdvbL

dengan segenap hatimu

Posted On Januari 15, 2018

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Amsal 3:5-6  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Percaya kepada Tuhan seharusnya kita menyerahkan segalanya kepadaNya, bukan sebagian, separuh atau 99%, tetapi 100%, total.

Penyerahan total kepadaNya mendatangkan kenikmatan dan keindahan, hidup kita jadi bermakna dan penuh arti, ada semangat dan gairah baru setiap hari.

Sebaliknya rasa takut, perasaan was was dan kuatir yang menghimpit kita adalah indikator signal bahwa masih ada yang kita sembunyikan dan belum diserahkan kepadaNya.

Jangan kelamaan bergumul dengan Tuhan! Berperang dengan Tuhan kita pasti kalah, menyerahlah angkat bendera putih lalu katakan ” Tuhan perang ini sudah berakhir, aku tidak ingin melawanMu lagi, aku ingin damai sejahtera bukan stress”.

Keterbukaan adalah awal dari pemulihan, jadi akui saja segala dosa rahasia yang masih kita sembunyikan, maka Dia adalah Allah yang adil dan penuh kasih, pasti akan menyembuhkan kita.

Selamat hari minggu, selamat beribadah, layani dan sembah Tuhan sebab Dia memang layak untuk disembah, Tuhan Yesus memberkati kita semua.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

\.async-hide { opacity: 0 !important}
(function(a,s,y,n,c,h,i,d,e){s.className+=’ ‘+y;h.start=1*new Date;
h.end=i=function(){s.className=s.className.replace(RegExp(‘ ?’+y),”)};
(a[n]=a[n]||[]).hide=h;setTimeout(function(){i();h.end=null},c);h.timeout=c;
})(window,document.documentElement,’async-hide’,’dataLayer’,4000,
{‘GTM-57TPRBZ’:true});

from Blogger http://bit.ly/2FCkhpf

Pikulan yang Nyaman

Posted On Januari 14, 2018

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Matius 11:29  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Siapapun manusia senang sekali dihormati dan dihargai, akan tetapi kita sering keliru menterjemahkannya, akibatnya tanpa sadar kita menjadi sombong dan tinggi hati, padahal dimanapun tempatnya orang yang rendah hati lebih dihargai dan dihormati.

Orang yang tinggi hati selalu gelisah dan resah, takut kalah, takut masalah, takut rugi, pokoknya serba takut, padahal hidup itu pembelajaran, setiap hari kita belajar dan tetap belajar sampai Tuhan memanggil.

Amsal 15:33  Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

Kerendahan hati dan hati yang mau diajar berjalan beriringan, orang yang bijak tetap rendah hati, bila tidak mau rendah hati kita pasti tersandung sandung dalam menjalani hidup ini.

Yakobus 4:6b “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2mvUVAR

Ajaran Allah

Posted On Januari 13, 2018

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah, sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa
Ayub 5:17

Siapa yang suka ditegur? Banyak orang tidak suka teguran atau diingatkan ketika sikap dan perilakunya tidak sesuai dengan norma yang berlaku atau ketika ucapannya begitu kasar dan menyakiti orang lain
Siapa dari orang tua yang tidak pernah menegur, mengingatkan, menasehati dan mendidik anaknya, agar anaknya menjadi anak yang baik, yang menyenangkan hati orang tuanya? Jawabannya, hampir seluruh orang tua di muka bumi ini berusaha mendidik anak-anaknya

Namun, kalau kita mau jujur, manusia cenderung tidak suka, tersinggung bahkan marah ketika diingatkan atau ditegur
Demikian juga ketika Tuhan menegur kita melalui khotbah atau melalui suatu peristiwa, biasanya kita bersungut-sungut, merasa Tuhan tidak adil

Alkitab mencatat bahwa teguran Tuhan tidaklah bermaksud untuk menyiksa, membuat kita susah, melainkan untuk menyelamatkan kita agar kita tidak kehilangan kasih karunia-Nya
Salomo menuliskan, “Karena perintah itu pelita dan ajaran itu cahaya dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan”
Teguran merupakan sesuatu yang sangat penting dalam hidup kita, karena sebagai jalan kehidupan

Lalu bagaimana sikap kita menghadapi teguran Tuhan? Alkitab berkata, “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhab dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya”
Jangan ngambek, jangan marah, jangan putus asa, karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak
Kita tentu enggan menegur dan mendidik anak orang lain yang tidak kita kenal

Bersyukurlah kalau kita masih diingatkan dan ditegur Tuhan, berarti kita dikasihi-Nya dan diakui sebagai anak-Nya dan Tuhan mau, melalui teguran, didikan-Nya, kita semakin bergantung kepada-Nya dan kita semakin bertumb
uh dalam iman percaya kita

Tuhan Yesus memberkati❤
🌾

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2D7F075

keputusan Tepat

Posted On Januari 12, 2018

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

pengkhotbah 9:11  lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.

kesabaran adalah sebuah keputusan yang paling baik dan tepat, hanya masalahnya banyak orang yang tidak sabar, mereka selalu terburu buru, itu sebabnya mereka menuai hasil yang tidak maksimal.

1 samuel 13:8-9  ia menunggu tujuh hari lamanya sampai waktu yang ditentukan samuel. tetapi ketika samuel tidak datang ke gilgal, mulailah rakyat itu berserak-serak meninggalkan dia. sebab itu saul berkata: “bawalah kepadaku korban bakaran dan korban keselamatan itu.” lalu ia mempersembahkan korban bakaran.

jangan pernah menguji TUHAN, apalagi berlomba dengan ketetapan TUHAN, sebab kita pasti kalah, sebab DIA ALLAH yang memegang kendali seluruh alam semesta, DIAlah ALLAH sang maha tahu yang memberi diwaktu yang tepat.

1 samuel 13:13  kata samuel kepada saul: “perbuatanmu itu bodoh. engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, ALLAHmu, yang diperintahkan-NYA kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang israel untuk selama-lamanya.

jika ingin segala yang kita lakukan berhasil, semakin kokoh dan kuat, dengarkanlah suara TUHAN, laksanakan perintahNYA dengan sabar dan tulus hati, sebab ketekunan, ketaatan dan kesetiaan kita akan menjadi barometer TUHAN untuk menilai siapa kita.

selamat pagi
TUHAN YESUS MEMBERKATI

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2D233TU

TUhan ada di mana mana

Posted On Januari 11, 2018

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 139:7-8  Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau.

Hai manusia, jangan membuat alasan tidak bisa beribadah, karena tidak ada waktu, karena tidak sempat ketempat ibadah, dan alasan alasan lainnya, untuk beribadah kepada Tuhan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, setiap waktu sehari dua puluh jam kita bisa sujud menyembah Dia.

Amsal 14:27  Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.

Takut akan Tuhan adalah sumber kehidupan, jalan hidup menuju keselamatan kekal selamanya.

Amsal 9:10  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Takut akan Tuhan adalah sumber segala hikmat, pengertian dan kepandaian, yang akan mengantar kita kepada keberhasilan.

Amsal 22:4  Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHANadalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.

Orang yang takut akan Tuhan, dihormati dan dibuat kaya oleh Tuhan, kaya rohani dan jasmani, sebab Dialah Allah sumber dari segala sumber, tidak ada Allah lain yang sehebat dan sedahsyat Dia, sembahlah Dia selama lamanya.

Yesaya 40:26  Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satu pun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2CZzh21

Laman Berikutnya »