kita mempunyai karunia yang berlain-lainan

Posted On November 25, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Roma 12:6
Jadilah Seperti Diri Anda Sendiri
Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan
menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita

Ayat Firman Tuhan pada topik ini memberi gambaran pada kita bahwa tidak ada seorang pun diantara kita yang sama. Kita berbeda dan unik. Anak kembarpun serupa tetapi berbeda dalam beberapa hal. Allah membentuk kita dalam rahim ibu kita dengan keunikan tersendiri (Maz 139:13-14).

Karena kita unik dan memiliki karunia yang khusus dari Allah, maka untuk berhasil dalam hidup ini, kita tidak boleh menjadi seperti orang lain, tetapi harus menjadi seperti diri sendiri. Kita boleh kagum dengan orang-orang hebat dan berhasil juga dapat bergaul dengan mereka, tetapi harus memakai “sepatu” atau “baju” kita yakni hal-hal yang dianugerahkan dan dikaruniakan Tuhan kepada kita.

Kita harus memiliki keyakinan yang dalam akan diri kita dan kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita. Caranya adalah dengan kita memusatkan perhatian pada berbagai kekuatan yang kita miliki dan bukan pada kelemahan dan kekurangan kita. Pertahankan iman yang teguh pada diri sendiri dan kemampuan yang kita miliki untuk meraih apa yang kita cita-citakan. Tidak menjadi soal apapun kekurangan yang ada pada kita, tetap maju dan berkarya. Hadapi segala tantangan secara dewasa.

Alkitab penuh dengan kisah orang-orang yang memiliki berbagai kekurangan dan kelemahan. Tetapi iman mereka akan Allah dan kemampuan yang mereka miliki, telah membantu mereka melakukan hal-hal besar yang menuntun mereka pada sukses dan keberhasilan. “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun … “(Yak 5:17-18)

Ada juga nabi-nabi dalam Alkitab yang dapat kita pelajari sikap dan karakter mereka. Kehebatan dan kekurangan mereka. Begitu juga dengan tokoh hebat dalam dunia sekuler seperti Thomas Edison, Napoleon Bonaparte, Alexander the Great dan beberapa tokoh lainnya. Simaklah langkah-langkah mereka dalam meraih keberhasilan di tengah-tengan tantangan dan keterbatasan yang mereka miliki. Tirulah langkah yang mereka ambil. Kalau mereka berhasil, mengapa kita tidak? Kita juga bisa, jika kita menyadari kuasa Tuhan dan karunia yang Ia berikan kepada kita.

Tuhan Yesus menyertai

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2AxtwaY

Iklan

bernazar kepada Allah

Posted On November 24, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Pengkhotbah 5:4
Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.

Penyakit orang gagal bukan kebodohan, bukan pula nasib buruk, tetapi sikap malasnya, hobbynya suka menunda nunda, bahkan berangkat ke gerejapun ditunda tunda sampai terlambat.

Kegagalan yang terjadi dalam hidup kita bukan disebabkan faktor external, melainkan faktor internal, jadi kita tidak layak untuk protes bahkan komplain kepada Tuhan.

Lakukan bagian kita, Tuhan pasti akan melakukan bagianNya, ketika kita memulainya Dia yang akan mengurapiNya menjadi berhasil, Tuhan sangat tidak suka kepada orang yang suka menunda nunda.

Ora et labora, lakukan secara konsisten dan teratur, berjalan saja sambil meminta hikmat kepadaNya, percayalah !, perjalanan kita pasti dibuat Tuhan berhasil.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2BhvqtG

KATAKAN SEKARANG!

Posted On November 23, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Roma 16:3,4
“Sampaikan salam kepada Priska dan Akwila, … kepada mereka … aku … berterima kasih”

Seorang penulis tak dikenal telah menuliskan kata-kata yang menggugah pikiran sebagai berikut:

Lebih baik kumiliki setangkai mawar mungil
Dari kebun seorang sahabat
Daripada memiliki bunga-bunga pilihan
Ketika hidupku di dunia harus berakhir.

Lebih baik mendengar kata-kata yang menyenangkan
Yang disampaikan dengan kebaikan kepadaku
Daripada pujian saat jantungku berhenti berdetak,
Dan hidupku berakhir.

Lebih baik kumiliki senyum penuh kasih
Dari sahabat-sahabat sejatiku
Daripada air mata di sekeliling peti jenazahku
Ketika pada dunia ini kuucapkan selamat tinggal.

Bawakan aku semua bungamu hari ini,
Entah merah muda, putih, atau merah;
Lebih baik kumiliki setangkai yang mekar saat ini
Daripada satu truk penuh ketika aku meninggal.

Mengingat hal-hal yang baik tentang kawan atau sanak keluarga yang telah meninggal pada upacara pemakaman mereka merupakan hal yang tepat, tetapi memberi pujian yang tulus ketika mereka masih hidup adalah jauh lebih baik. Pujian itu mungkin merupakan peneguhan yang sangat mereka butuhkan.

Sebagai penutup suratnya kepada jemaat di Roma, di depan banyak orang Rasul Paulus memuji mereka yang telah membantu dan meneguhkannya dalam karya penginjilan. Ia tidak hanya menyebut nama mereka, tetapi juga menyatakan rasa terima kasih atas apa yang telah mereka lakukan (16:1-15). Sungguh teladan baik yang patut kita ikuti!

Apakah Anda berutang ucapan terima kasih atau penghargaan kepada seseorang? Jangan menundanya. Katakan hari ini juga. Besok mungkin sudah terlambat!

TAK PERNAH TERLALU AWAL UTK MENGUCAPKAN KATA2 YG BAIK
SBB ANDA TDK TAHU SEBERAPA CEPAT ITU AKAN JADI TERLAMBAT

Semangat Pagi dan Selamat Berakhir Pekan, God Bless

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2hNViow

BATU ATAU ROTI?

Posted On November 22, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Matius 7:9
“Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti?”

Seorang ayah yang penuh kasih takkan memberikan batu atau ular kepada anaknya yang lapar jika sang anak meminta roti atau ikan. Yesus menggunakan kemustahilan dari kiasan dalam Matius 7 untuk menegaskan kesiapan Bapa di surga dalam memberikan hal-hal baik kepada anak-anak-Nya saat mereka meminta kepada-Nya. Dia ingin agar mereka benar-benar yakin bahwa Bapa akan menyediakan semua kebutuhan rohani bagi mereka.

Meskipun demikian, terkadang Tuhan seolah-olah memberi kita “batu”, bukan “roti”. Namun dalam kebijaksanaan-Nya, Dia sebenarnya sedang bekerja melalui keadaan kita untuk memberikan sesuatu yang jauh lebih baik daripada yang kita minta. Seorang penulis tak dikenal mengungkapkannya sebagai berikut:

-Aku minta kesehatan agar dapat melakukan hal-hal besar;
Tetapi aku diberi kelemahan agar dapat melakukan hal-hal yang lebih baik.

-Aku minta kekuatan kepada Allah agar dapat berhasil;
Tetapi aku dibuat lemah agar dapat belajar taat.

_Aku minta kekayaan agar bahagia;
Tetapi aku diberi kemiskinan agar dapat bersikap bijaksana.

-Aku minta kekuatan dan pujian dari sesama;
Tetapi aku diberi kelemahan agar dapat merasakan kebutuhanku akan Allah.

-Aku meminta segala sesuatu agar dapat menikmati hidup;
Tetapi aku diberi kehidupan agar dapat menikmati segala sesuatu.

-Aku tidak memperoleh apa pun yang kuminta,
tetapi memperoleh segala sesuatu yang kuharapkan;

Meskipun permintaanku tidak dikabulkan,
tetapi doa-doaku terjawab –

Aku adalah yang paling terberkati di antara semua manusia.

Ya, Allah selalu memberi yang terbaik bagi kita.

KITA DAPAT MEMINTA SESUATU YANG SALAH KEPADA ALLAH
TETAPI ALLAH SELALU MEMBERIKAN JAWABAN YANG BENAR

Semangat Pagi dan Selamat Beraktivitas, God Bless

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2hTXTkv

SENANG TAPI SEDIH

Posted On November 21, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Matius :6:19,20
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; …. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga”

Ada sebuah legenda kuno tentang tiga pria berkuda yang sedang melintasi padang gurun pada suatu malam. Ketika mendekati sebuah dasar sungai yang kering, mereka mendengar sebuah suara yang memerintahkan mereka untuk turun, mengambil beberapa kerikil, memasukkannya ke dalam saku mereka, dan tidak melihatnya hingga keesokan paginya. Mereka dijanjikan bahwa jika mereka mematuhi perintah itu, mereka akan senang, tetapi juga sedih. Setelah mereka melakukan seperti yang diperintahkan, ketiga pria itu menunggangi kuda mereka dan melanjutkan perjalanan.

Ketika fajar mulai merekah, ketiga pria itu merogoh saku mereka untuk mengeluarkan kerikil-kerikil itu. Mereka terkejut sekali karena mendapati kerikil-kerikil itu telah berubah menjadi intan, batu delima, dan batu permata berharga lainnya. Kemudian mereka menyadari arti dari janji yang mengatakan bahwa mereka akan menjadi senang, tetapi juga sedih. Mereka gembira karena telah mengambil kerikil sebanyak yang mereka ambil, tetapi juga menyesal — sangat menyesal — karena tidak mengumpulkan lebih banyak lagi.

Saya bertanya-tanya apakah kita juga akan memiliki perasaan serupa ketika sampai di surga. Kita akan bahagia atas harta yang kita simpan di surga selagi di bumi, dan bersukacita atas penghargaan yang akan Kristus berikan kepada kita. Tetapi kita pun akan menyesal karena tidak berbuat lebih banyak untuk melayani-Nya.

Mari pergunakan kesempatan kita dengan baik sehingga kita akan lebih senang daripada sedih.

MAHKOTA YANG KITA PAKAI DI SURGA
HARUS DIMENANGKAN DI BUMI

Semangat Pagi dan Selamat Beraktivitas, God Bless

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2zSFRpt

SUDAH, TETAPI BELUM

Posted On November 20, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Lukas 10:18
“Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit”

Jika Yesus telah menang atas dosa, penderitaan, dan kematian, lalu mengapa kita masih berdosa, menderita, dan mati? Untuk memahami hal yang tampaknya kontradiksi ini, kita harus mengenali dualisme “sudah, tetapi belum” dari Injil.

Di satu pihak, kerajaan Allah telah datang dalam pribadi Yesus. Sebagai perwujudan dari manusia sekaligus Allah, Dia mati di atas salib sehingga melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Dia dapat menghancurkan iblis (Ibrani 2:14).

Di lain pihak, kerajaan sempurna yang dijanjikan-Nya belum datang. Kerajaan tersebut akan datang saat diri-Nya kembali ke bumi. Kita mengalami pertentangan antara aspek “sudah, tetapi belum” mengenai kerajaan Allah.

Lukas 10 menggambarkan dualisme ini. Ketika kembali dari berkhotbah, para murid merasa gembira sekali, dan mereka berkata kepada Yesus, “Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu” (Lukas 10:17). Yesus menjawab bahwa Dia telah melihat Setan “jatuh seperti kilat dari langit” (ayat 18). Dia juga meyakinkan mereka bahwa tidak ada satu pun yang akan menyakiti mereka (ayat 19). Namun, banyak di antara mereka yang menderita dan mati sebagai martir, dan kejahatan masih merajalela hingga sekarang.

Meskipun demikian kita dapat menghadapi apa pun yang terjadi, karena suatu hari nanti kita akan benar-benar masuk dalam kemenangan yang telah Yesus menangkan. Sementara itu, kita dapat merasa tenang karena mengetahui bahwa tiada satu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah.

SETAN MUNGKIN MEMENANGKAN BEBERAPA PERTEMPURAN
TETAPI IA TELAH KALAH PERANG

Semangat Pagi dan Selamat Beraktivitas, God Bless

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2hF7gAN

KAMI TDK BUTUH KAU

Posted On November 19, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Yeremia 2:5
“Apakah kecurangan yang didapati nenek moyangmu pada-Ku, sehingga mereka menjauh dari pada-Ku, mengikuti dewa kesia-siaan, sampai mereka menjadi sia-sia?”

Alkisah sekelompok ilmuwan memutuskan bahwa manusia dapat hidup tanpa Allah. Maka salah seorang dari mereka memandang ke atas, kepada Allah, dan berkata, Kami telah memutuskan bahwa kami tidak lagi membutuhkan Engkau. Kami memiliki cukup hikmat untuk mengkloning manusia dan melakukan banyak hal ajaib.

Allah mendengarkan dengan sabar dan kemudian berkata, Baiklah, mari kita mengadakan kontes penciptaan manusia. Kita akan melakukannya persis seperti Aku dulu menciptakan Adam. Para ilmuwan setuju. Kemudian salah satu dari mereka membungkukkan badan dan mengambil sekepal tanah. Allah memandang dia dan berkata, Oh, tidak! Engkau harus membuat tanahmu sendiri!

Pada zaman Yeremia, bangsa Israel hidup seakan-akan tidak lagi membutuhkan Tuhan. Mereka memercayakan diri mereka kepada ilah-ilah lain, sekalipun ilah mereka itu tidak dapat menanggapi kebutuhan-kebutuhan mereka. Yeremia menentang pemberontakan mereka, karena telah meninggalkan Allah yang sejati dan menunjukkan sikap yang tidak hormat terhadap Dia (Yeremia 2:13,19).

Apakah kita berbuat salah karena telah menjalani hidup seakan-akan tidak membutuhkan Allah? Kita mungkin mengenal Dia sebagai Juruselamat, namun memberhalakan hikmat atau kebebasan kita. Mungkinkah Tuhan berkata tentang kita, Mereka menjauh dari pada-Ku? (2:5).

Hidup jauh dari Allah mempermalukan dan tidak menyenangkan Dia, dan tidak akan pernah memenuhi kebutuhan kita yang terdalam. Namun, kita dapat berbalik kepada-Nya hari ini.

SIKAP MEMBERHALAKAN DIRI SENDIRI
MERUPAKAN PENGGANTI ALLAH YANG MENYEDIHKAN

Semangat Pagi dan Selamat Beraktivitas, God Bless

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2jEbFbh

KESUSAHAN SEHARI, CUKUPLAH…

Posted On November 18, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Matius 6:34 
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Seperti laut!, ada pasang ada surut, demikian pula kehidupan, selalu ada kegagalan dan keberhasilan.

Jika berhasil pasti ada rencana Tuhan, agar melalui keberhasilan kita nama Tuhan semakin dimuliakan, jika gagal mungkin Tuhan sedang mengajar dan membentuk agar kita menjadi lebih rendah hati.

Ingatlah! Keberhasilan dan kegagalan bisa membuat kita jatuh dalam dosa, saat berhasil kita lupa sama Tuhan, saat gagal kita bersungut sungut dan menghujat Dia.

Pandanglah kasih dan kebaikan Tuhan yang begitu luar biasa, jadi sukses maupun berhasil dibalik semuanya pasti ada rencana Tuhan, yang paling penting apapun keadaan kita saat ini, bersyukur dan percaya bahwa Dia tetap menyertai kita selama lamaNya.

Yesaya 43:18  firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2ySYw0E

APA EVOLUSI itu FAKTA?

Posted On November 17, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Ibrani 11:3
“Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah”

Teori evolusi bukannya tidak menyimpan permasalahannya sendiri. Seorang ilmuwan mengatakan hal berikut tentang kehidupan yang dimulai dengan sendirinya: Asam amino harus tersusun di dalam urutan yang tepat agar dapat membentuk protein … sama seperti huruf-huruf di dalam sebuah kalimat. Hukum kimia dan fisika saja tidak dapat melakukan hal itu. Peluang terbentuknya protein secara kebetulan adalah 1064 [10 dengan 64 nol di belakangnya] berbanding 1!

Banyak orang yang berasumsi bahwa teori evolusi itu benar. Namun, apakah teori itu dapat dibuktikan secara ilmiah? Sesuatu dianggap benar secara ilmiah hanya jika dapat dibuktikan berulang kali di bawah kondisi laboratorium. Pernyataan bahwa kehidupan itu muncul dengan sendirinya dari sebuah proses panjang yang tidak mengacu pada pribadi tertentu tidak dapat lolos dari uji kebenaran ini. Karena itulah evolusi tetap menjadi sebuah teori semata.

Jadi, jika Anda pernah tergoda untuk meragukan kisah penciptaan menurut kitab Kejadian, pertimbangkanlah alternatifnya. Peluang bagi sebuah protein sederhana untuk menciptakan dirinya sendiri saja terlalu kecil. Betapa jauh lebih masuk akal bagi kita untuk memercayai Allah dan firman-Nya: Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat (Ibrani 11:3).

Bukankah lebih masuk akal bila kita memercayai bahwa Allah saja yang merancang dan menciptakan alam semesta?

SEGALA CIPTAAN MENUNJUK KEPADA SANG PENCIPTA
YANG MAHAKUASA

Semangat Pagi dan Selamat Berakhir Pekan, God Bless

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2hx0jRZ

TANPA GEREJA

Posted On November 16, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Ibrani 10:24,25
“Marilah kita saling memperhatikan …. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita”

Tidak pernah tertulis dalam Alkitab bahwa supaya selamat, nama kita harus tercantum dalam daftar keanggotaan gereja. Namun, bukan berarti bergabung dengan orang-orang beriman lain dalam gereja setempat tidak penting bagi pertumbuhan rohani kita. Dengan bersekutu secara teratur dalam ibadah dan pengajaran, kita meneguhkan kasih kepada sesama, pekerjaan baik, dan tanggung jawab bersama (Ibrani 10:24,25).

Beberapa saat yang lalu saya membaca sebuah artikel menarik yang membandingkan seorang kristiani tanpa gereja dengan …

– seorang murid yang tidak mau pergi sekolah
– seorang tentara tanpa pasukan
– seorang warga negara yang tidak mau memberikan suara
– seorang pelaut tanpa kapal
– seorang anak tanpa keluarga
– seorang pemain drum tanpa band
– seorang pemain bola tanpa regu
– seekor lebah madu tanpa sarang
– seorang ilmuwan yang tidak membagikan penemuannya dengan rekan-rekannya

Jika Anda merasa telah mengabaikan salah satu pemberian Allah terbesar untuk pertumbuhan rohani Anda, maka carilah sebuah gereja yang mempercayai dan mengajarkan firman Allah, dan mulailah menghadirinya dengan setia. Luangkan waktu untuk mengenal jemaat lain dan biarkan mereka mengenal Anda. Mohon supaya Allah membantu Anda mencari cara untuk melayani orang lain.

Jangan menjadi orang kristiani tanpa gereja.

TUJUH HARI TANPA IBADAH
MEMBUAT SESEORANG MENJADI LEMAH

Semangat Pagi dan Selamat Beribadah Raya, God Bless

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2zLM8Rr

Laman Berikutnya »