Buah ara dan Rencana Tuhan

Posted On Juni 24, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Yeremia 24: 2
Keranjang yang satu berisi buah ara yang sangat baik seperti buah ara bungaran, tetapi keranjang yang lain berisi buah ara yang jelek, yang tak dapat dimakan karena jeleknya.



Haleluya, Hari ini Kita akan kembali belajar dari kebenaran Firman Tuhan.
Hari ini Kita melihat satu kejadian yang Luar biasa dimana nabi Yeremia di pwrcaya Tuhan untuk melihat dan bernubuat segala sesuatu yang akan terjadi di masa datang pada kerajaan Yehuda.


Hal ini di perjelas dalam 2 raja raja 24: 8-17 orang yang kuat di angkut oleh raja Nebukadnezar ke sebuah pembuangan ke Babel.


Bahkan dikatakan seluruh perlengkapan dalam bait suci di keluarkan dari bait Suci dan Istana Raja untuk diangkut keluar. Hal ini seperti yang di Firmankan Tuhan kepada Yeremia.


Dalam yeremia 24 : 2 di jelaskan bahwa ada 2 perbandingan buah keranjang yang diperlihatkan Tuhan kepada Yeremia. Ada yang baik ada yang jelek.


Dalam ayat 3 di jelaskan bahwa satu keranjang berisi buah yang baik dan sangat baik, Dan satu lagi buah yang jelek dan tidak dapat di makan bahkan di buang.


Dalam terjemahan Biblia Herbaica S., buah yang baik ini adalah buah sulung. sedangkan buah yang jelek adalah penderitaan karena kejahatan.


Dalam perjanjian lama sangat sering Kita melihat kata buah sulung ?? Apa itu buah sulung ? Buah sulung adalah buah yang pertama kali ada yang terbaik yang dapat di hasilkan dari usaha kita maupun hasil bercocok tanam.


Dalam pengertian yang lebih mendalam 1 Korintus 15:23b dikatakan bahwa” Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.”


Yesus adalah buah sulung yang telah diberikan Bapa kepada kita. Sehingga melalui pengorbanan dan kebangkitannya, Kita yang percaya dan belajar serta melakukan Firman Tuhan maka diselamatkan Dan masuk kedalam sorga.


Dalam Yeremia 24: 4- 7 dijelaskan bahwa dalam keranjang yang baik yang merupakan buah yang baik atau orang orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus maka akan Tuhan proses.


Mungkin tempat yang Tuhan taruh menurut manusia kurang baik. Tetapi di balik semuanya itu ada hal yang luar biasa yang Tuhan sediakan. Asal mereka ikuti proses Tuhan dengan bersyukur dan tidak bersunggut sungut.


Tetapi bagi orang orang yang yang tidak melakukan yang terbaik buat Tuhan / bahkan berbuah jahat. Maka akan Ada penderitaan yang Tuhan sediakan bagi mereka.


Begitu juga di akhir zaman, dimana anak anak Tuhan yang melakukan segala kehendak Tuhan maka Tuhan akan mampukan kita dan Tuhan sudah sediakan rencanaNYA yang indah buat Kita. Tetapi jika tidak, maka Ada hukuman kekal yang menanti hidup mereka.


Puji Tuhan



from Blogger http://bit.ly/2sAWthf

Terima saja rencana Tuhan

Posted On Juni 23, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Yesaya 55:8  Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Merasa menjadi seperti Tuhan adalah penyebab utama ketakutan, kekuatiran dan kegagalan, sebab jalan yang kita pilih belum tentu sesuai dengan jalan Tuhan.

Kebanyakan orang stress dan tertekan karena memaksakan kehendaknya pada Tuhan, seolah olah dia lebih berhak menentukan jalan hidupnya.

Ayub 31:4  Bukankah Allah yang mengamat-amati jalanku dan menghitung segala langkahku?

Dalam pengamatanNya mungkin Tuhan sedang menggeleng gelengkan kepalaNya dan Dia tetap sabar menunggu agar segala kesombongan dan keangkuhan kita menu jalan buntu..  sampai akhirnya kita menyerah lalu berbalik kepada Tuhan.

Kamu tidak pantas kecewa dan bersungut sungut pada Tuhan, coba perhatikan apa yang Tuhan Yesus berikan kepada kamu… Itu lebih baik dan lebih besar dari apabyang and pikirkan ..cuman kamu yang sering Kali menolaknya… 

from Blogger http://bit.ly/2rI7rPf

Kita telah ditebus dan telah di jamin

Posted On Juni 22, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

1 Petrus 1:18-19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Dalam perjalanan hidup tentunya ada badai dan goncangan, ada gesekan dan senggolan, dan selalu ada riak riak besar maupun kecil yang terjadi.

Alangkah kasihannya , ketika bencana dan masalah datang kita sering kebingungan tanpa tahu solusinya, padahal hidup kita telah diberikan  janji yang kekal  oleh Tuhan Yesus Kristus

Kita sudah memiliki jaminan! bukan hanya untuk nanti, tetapi sekarang juga, Bacalah Firman Tuhan dan mintalah pengertian dari  Roh  Kudus  untuk mengerti dan memahani apa yang Tuhan rencanakan dalam Hidup  kita walaupun kita ada di tengah  badai, topan, goncangan, masalah, problem pasti ada jalan keluarnya yang  indah  yang telah  Tuhan Yesus  sediakan  .

from Blogger http://bit.ly/2rEkUr1

Maju Maju saja

Posted On Juni 21, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

1 Timotius 4:12
Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Jika kita ingin melihat terobosan dan kemajuan yang berarti carilah orang yang mampu, tanpa memandang usia dan keseniorannya, sebab hal itu tidak menjamin seseorang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memegang posisinya.

Jika kita terpilih, lalu diberi tugas dan kepercayaan jangan rendah diri dan merasa tidak mampu, atau sungkan terhadap mereka yang kita anggap lebih senior dari kita, sebab jawatan adalah kehormatan dan kepercayaan, bukanlah berasal dari manusia, tetapi Tuhan! lakukan saja dengan sungguh sungguh, pasti kita akan berhasil.

Kolose 3:23  Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Tetap semangat. Jbu

from Blogger http://bit.ly/2rT7aYH

Serahkan rencanamu kepada Tuhan

Posted On Juni 20, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Matius 14:17-18
Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”  Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.”

Berapa sering kita menyerahkan rencana hidup kita kepada Tuhan? Berapa banyak kita bertanya pada Tuhan apa rencanaNya bagi kita?

Kita pontang panting, bekerja dan berusaha  mencari solusi sambil menyebar taktik dan strategi supaya berhasil, namun hasilnya seperti orang menjaring angin.

Pengkhotbah 1:14  Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

Mulai sekarang bawalah semua rencana dan usaha kita kepada Tuhan, lalu minta petunjuk Tuhan, bila ada damai sejahtera dan sukacita baru kita memintaNya untuk memberkatiNya.

Matius 14:19  Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.

from Blogger http://bit.ly/2tmkXJd

Muzijat masih ada

Posted On Juni 19, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Markus 6:48
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Pernahkah kita mengalami hantaman badai? badai kehidupan yang paling umum terjadi di area pernikahan, usaha/pekerjaan dan keuangan, bila dibiarkan terjadi akan berkembang menjadi sakit penyakit, sejujurnya ketika dalam keadaan demikian, yang kita butuhkan bukan nasihat, tapi mujizat.

Sungguh ajaib Tuhan kita, ketika murid murid sedang putus asa dalam hantaman badai, Tuhan Yesus tidak berteriak teriak memberi nasihat dari pinggir danau, akan tetapi Dia menghampiri para murid untuk melakukan mujizat.

Yohanes 14:18  Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Apapun kondisi kita saat ini, jangan putus asa! sebab Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita, Dia senantiasa bersama sama dengan kita, mujizatNya selalu hadir ditengah tengah kita.

Haleluya

from Blogger http://bit.ly/2sItkBO

Andalkan Tuhan Yesus

Posted On Juni 18, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Markus 6:48
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Pernahkah kita mengalami hantaman badai? badai kehidupan yang paling umum terjadi di area pernikahan, usaha/pekerjaan dan keuangan, bila dibiarkan terjadi akan berkembang menjadi sakit penyakit, sejujurnya ketika dalam keadaan demikian, yang kita butuhkan bukan nasihat, tapi mujizat.

Sungguh ajaib Tuhan kita, ketika murid murid sedang putus asa dalam hantaman badai, Tuhan Yesus tidak berteriak teriak memberi nasihat dari pinggir danau, akan tetapi Dia menghampiri para murid untuk melakukan mujizat.

Yohanes 14:18  Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Apapun kondisi kita saat ini, jangan putus asa! sebab Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita, Dia senantiasa bersama sama dengan kita, mujizatNya selalu hadir ditengah tengah kita.

from Blogger http://bit.ly/2sCjxwD

DOA BERKUASA

Posted On Juni 17, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

 ( 1 Yoh 5:14-15; 1 Raja-raja 17:1, 18:1 )

Bagaimana Cara Doa Berkuasa?
Doa berkuasa bisa terjadi apabila kita percaya penuh kepada Tuhan Yesus Kristus dengan tidak bimbang (ragu).
Nabi Elia saat berdoa kepada Tuhan utk hujan tdk turun hujanpun tdk turun dan saat dia katakan hujan turun, hujanpun turun krn Nabi Elia punya Kuasa Allah. Krna Elia memiliki Kuasa Allah maka doanya berkuasa.

Adik-adik kita jg memiliki kuasa yi Roh Kudus sebab itu pakailah kuasa itu sehingga doa kita menjadi Berkuasa.

from Blogger http://bit.ly/2twZtce

MARI BERDOA

Posted On Juni 16, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

 (Matius 6:8-13; Yohanes 14-13-14)

Mengapa Kita Harus Berdoa?
Karena doa adalah komunikasi kita dengan Tuhan.
Tuhan Yesus juga suka berdoa baik saat melakukan aktivitas pelayanan maupun ketika selesai mwlayani. Yesuspun mengajar murid2 utk berdoa supaya mereka mengerti hal2 tentang doa diantaranya:
Ututan dr doa adlh Memuliakan Tuhan at Memuji Tuhan, permohonan berkat makan-minum-pakai, pengakuan dosa, permohonan perlindungan dan Memuliakan Tuhan kembali. Dan akhiri doa dengan nama Tuhan Yesus Kristus.

Jadi, mari berdoa setiap hari supaya kita selalu dekat dengan Tuhan Yesus.

from Blogger http://bit.ly/2suJoGp

Turuti perintah Tuhan

Posted On Juni 15, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response


Lukas 5:3
Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Apakah kita sudah mengijinkan Yesus memasuki perahu kehidupan kita? Apakah kita sudah menyerahkan seluruh kekuatan, kemampuan, pengalaman kita kepadaNya?

Lukas 5:4-5  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

Ketika Yesus memasuki perahu Simon, dia mengijinkannya, bahkan ketika Yesus memerintahkan untuk melempar jalanya, Simon bereaksi berdasarkan keakhlian, akan tetapi rasa hormat dan percaya yang ada dalam diri Simon membuat dia taat kepada Yesus.

Orang keras kepala dan tinggi hati tidak akan pernah bisa taat, selalu merasa pintar dan benar, kesombongan ada dalam dirinya, gengsi dan harga dirinya setinggi langit, orang macam ini tidak akan pernah bisa mempercayakan Tuhan untuk mengatur hidupnya.

Perhatikan jalan hidupnya, bayang bayang kegagalan selalu menyertainya, lalu apakah kita juga mau seperti itu? Yesus saja taat dan tunduk kepada Bapa apalagi kita?

Ibrani 5:8  Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

from Blogger http://bit.ly/2sBxoU5

Laman Berikutnya »