Sungut-Sungut

Posted On Agustus 18, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Keluaran 16:8b
Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN.

Dalam perjalanan pulang, di sebuah rest area kami berhenti untuk sekadar beristirahat sejenak dan ke toilet. Waktu itu diberlakukan antrean per pintu. Setiap pintu ditunggui beberapa orang yang menunggu giliran pakai toilet. Saya memilih pintu paling ujung. Sayang, dua orang di depan saya ternyata berkebutuhan khusus di dalam toilet, sehingga saya harus menunggu lama sekali.

Setelah kejadian itu, saya terus mengomel hampir di sepanjang perjalanan. Sebenarnya saya malu sekali dengan sungut-sungut saya sendiri, tetapi hati saya begitu kesal saat itu. Saya merasa tidak beruntung.

Beberapa waktu kemudian, dalam sebuah ibadah, pendeta menjelaskan tentang perjalanan Bangsa Israel keluar dari Mesir. Mereka bersungut-sungut setiap kali ada hal yang kurang menyenangkan dalam perjalanan itu. Memang mereka tampak bersungut-sungut pada Musa dan Harun, tetapi nats bacaan kita hari ini jelas menunjukkan bahwa sungut-sungut mereka itu ternyata sampai kepada Tuhan. Sesungguhnya, Tuhanlah sasaran persungutan mereka.

Saya pun tersadar bahwa sesungguhnya, ketika saya mengeluh tentang begitu banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan saya, saat itu juga secara tidak langsung saya berkata, “Tuhan tidak sayang saya lagi!” Padahal yang terjadi sesungguhnya adalah: ketika saya tidak mampu memandang kesulitan atau kenyataan hidup yang tidak saya harapkan, sebagai berkat Tuhan untuk kebaikan saya, maka sesungguhnya saat itu saya tengah menyalahkan Tuhan.

Apakah Anda tengah mengeluhkan kenyataan hidup hari ini? Apakah saat terbangun dari tidur pagi tadi, Anda sudah menarik napas panjang-panjang karena teringat akan begitu banyaknya persoalan yang harus dihadapi? Ada tips bagus dari seorang pendeta, yaitu mengucapkan dua ayat berikut ini sebelum beranjak dari pembaringan. “Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.”(Mazmur 118:24). Kemudian, yakinlah bahwa, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13). Dengan melakukannya, setidaknya kita telah memperlengkapi diri dengan senjata Allah. Dua ayat tersebut, juga akan menjauhkan kita dari sungut-sungut, utamanya pada Tuhan. Jadi, cobalah! (em)

DOA: “Harus kuakui, tidaklah mudah menolak godaan bersungut-sungut, ya Tuhan. Namun setelah kutahu bahwa semua itu sampai kepada-Mu, aku bertekad untuk menjadikan firman-Mu senjataku. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘require’, ‘GTM-57TPRBZ’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

.async-hide { opacity: 0 !important}
(function(a,s,y,n,c,h,i,d,e){s.className+=’ ‘+y;h.start=1*new Date;
h.end=i=function(){s.className=s.className.replace(RegExp(‘ ?’+y),”)};
(a[n]=a[n]||[]).hide=h;setTimeout(function(){i();h.end=null},c);h.timeout=c;
})(window,document.documentElement,’async-hide’,’dataLayer’,4000,
{‘GTM-57TPRBZ’:true});

from Blogger http://bit.ly/2uVoHly

Injil Itu Kekuatan Allah

Posted On Agustus 17, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

(Roma 1:16)
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Sahabat, kita harus mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil Yesus Kristus. Mengapa hal ini demikian penting? Ada tiga hal yang harus kita ketahui. Pertama, Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Yang menyelamatkan kita bukanlah hasil pemahaman dan pengertian kita sendiri untuk mencari Allah, melainkan kita diselamatkan oleh kekuatan Allah di dalam Injil Yesus Kristus yang kita imani.

Kedua, di dalam Injil nyata kebenaran Allah yang bertolak atau berawal dari iman dan memimpin (bertujuan akhir) kepada iman (Roma 1:17). Orang benar akan hidup oleh iman! Oleh karena itu, Yesus dalam doa-Nya untuk murid-murid-Nya, Dia menguduskan mereka dalam kebenaran firman Allah, supaya iman murid-murid dapat bertumbuh dengan kuat dan kokoh karena mereka akan diutus ke dalam dunia untuk memberitakan Injil keselamatan di dalam nama Yesus (Yohanes 17:17-18, Kisah Rasul 13:47).

Ketiga, Injil harus diberitakan kepada segala bangsa agar mereka percaya dan diselamatkan. Memang prioritas pertama pemberitaan Injil adalah kepada orang Yahudi, tetapi karena orang Yahudi telah menolak Yesus Kristus sebagai Mesias mereka, maka keselamatan melalui iman kepada kekuatan Injil Yesus Kristus pun diberikan sebagai karunia Allah kepada bangsa-bangsa lain di luar bangsa Yahudi (Roma 1:16).

Oleh sebab itulah, Tuhan Yesus telah secara khusus mengutus Paulus untuk dengan berani bersaksi tentang Injil Yesus Kristus bukan saja di Yerusalem buat orang Yahudi, tetapi juga untuk pergi bersaksi di Roma terhadap orang Yunani dan bangsa-bangsa lain yang non-Yahudi (Kisah Rasul 23:11).

Sahabat, jangan pernah meragukan Injil yang adalah firman Allah, tetapi percayalah dan milikilah kekuatan Allah di dalam Injil Yesus Kristus, agar kita diselamatkan, dimampukan Allah untuk bertumbuh kokoh dalam iman dan dapat menjalankan Amanat Agung untuk memberitakan Injil kepada segala bangsa. Ingatlah bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan kita dan semua yang mendengar dan percaya karena Injil yang kita beritakan. (gs)

DOA: “Terima kasih, Tuhan, untuk anugerah keselamatan yang Engkau berikan. Dengan iman aku pun mau memberitakan Injil Kristus sehingga banyak jiwa percaya dan diselamatkan. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘require’, ‘GTM-57TPRBZ’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

.async-hide { opacity: 0 !important}
(function(a,s,y,n,c,h,i,d,e){s.className+=’ ‘+y;h.start=1*new Date;
h.end=i=function(){s.className=s.className.replace(RegExp(‘ ?’+y),”)};
(a[n]=a[n]||[]).hide=h;setTimeout(function(){i();h.end=null},c);h.timeout=c;
})(window,document.documentElement,’async-hide’,’dataLayer’,4000,
{‘GTM-57TPRBZ’:true});

from Blogger http://bit.ly/2fNaQLx

Kesabaran

Posted On Agustus 16, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

(Galatia 5:22-23)
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Ada ungkapan bahwa sabar itu indah namun sabar itu sukar. Harus diakui bahwa kesabaran itu sesuatu yang gampang dikatakan, namun sangat sulit dilakukan karena memerlukan kekuatan yang ekstra. Kesabaran adalah salah satu dari buah Roh. Kesabaran berasal dari kata Yunani “macrothumia” yang merupakan gabungan dari dua kata, yaitu: “macro” yang berarti “panjang”, dan  “thumos” yang artinya “temperamen”.  Jadi kesabaran itu mengacu pada pengertian tentang kemarahan yang memerlukan waktu yang sangat panjang untuk membangkitkannya sebelum kemarahan itu dinyatakan atau amarah yang terkendali.
Tidak sedikit dari kita yang memiliki temperamen pendek, artinya mudah sekali kehilangan kesabaran dan menjadi marah. Tersinggung dengan kata-kata yang kurang mengenakkan saja, amarah kita langsung meledak dan tak terkendali. Namun ada juga orang-orang yang mampu mengendalikan amarah dan bisa sabar terhadap orang lain. Kesabaran adalah lawan dari kemarahan yang tidak pada tempatnya, kemampuan untuk menahan diri dalam menghadapi situasi-situasi sulit.

Begitu pentingnya kesabaran dalam hidup orang percaya sehingga firman Tuhan menempatkannya pada urutan tertentu. Bila kita sudah memiliki kasih, sukacita dan damai sejahtera, kesabaran akan hadir. Tuhan Yesus sendiri telah memberi teladan hidup kepada kita, bagaimana Ia tetap sabar terhadap orang-orang yang menganiaya dan menyalibkan Dia di kayu salib. Tidak ada amarah sama sekali. Dan sabar adalah sifat Allah; Dia sabar terhadap setiap orang. Sebagai anak-anak-Nya, sudah seharusnya kita mewarisi sifat-sifat Bapa kita, bukan? Jika tidak, lantas kita ini anak siapakah?

Dalam menghadapi tahun yang baru ini, marilah kita belajar untuk menjadi lebih sabar dalam segala hal, sebab kesabaran akan membuat kita menjadi tahan uji dan memiliki pengertian yang lebih dari orang-orang lain. Milikilah kesabaran, karena orang yang sabar melebihi seorang pahlawan (Amsal 16:32).
Roh Kudus akan memampukan kita jika kita meminta tuntunan-Nya. (aa)

DOA: “Roh Kudus, tolonglah aku sebagai anak Allah agar memiliki kesabaran lebih lagi dalam menghadapi segala sesuatu, sebab itu adalah sifat Bapa yang harus nyata dalam hidupku. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘require’, ‘GTM-57TPRBZ’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

.async-hide { opacity: 0 !important}
(function(a,s,y,n,c,h,i,d,e){s.className+=’ ‘+y;h.start=1*new Date;
h.end=i=function(){s.className=s.className.replace(RegExp(‘ ?’+y),”)};
(a[n]=a[n]||[]).hide=h;setTimeout(function(){i();h.end=null},c);h.timeout=c;
})(window,document.documentElement,’async-hide’,’dataLayer’,4000,
{‘GTM-57TPRBZ’:true});

from Blogger http://bit.ly/2uHmlKO

Garam Dunia

Posted On Agustus 15, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

(Matius 5:13)
Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.


Tuhan Yesus sering menggunakan perumpamaan dalam memberikan pengajaran kepada murid-murid-Nya, maupun kepada orang banyak yang mengikuti Dia. Kali ini, Yesus menggambarkan kehidupan orang yang mau mengikut Dia seperti garam dunia. Tentunya kita semua telah mengetahui dan paham tentang manfaat dari garam dalam kehidupan sehari-hari, yaitu untuk mengawetkan maupun menyedapkan makanan.

Garam sering kali dianggap rendah atau tidak ada nilainya, tetapi sangat bermanfaat. Demikian juga dengan kehidupan orang beriman. Seringkali dianggap remeh dan tidak bernilai, bahkan tidak diperhitungkan oleh orang lain dalam dunia ini. Namun, kita dapat bermanfaat untuk menyelamatkan orang berdosa, agar mereka tidak binasa oleh api kekekalan dalam neraka. Kehidupan Kristen yang menjadi ‘garam’akan memberikan ‘rasa sedap’ bagi mereka yang sedang tawar hati dan tidak bersemangat.

Yesus menasehatkan agar orang beriman tetap menjaga ‘rasa asin’, yaitu gambaran kualitas rohani yang dimiliki, agar berguna seperti garam yang baik. Joyce Meyer mengatakan sebagai berikut, “Every day can be exciting if we see ourselves as God’s secret agents, waiting to sprinkle a little salt on all the lives we encounter.” Artinya, “setiap hari akan menjadi hari yang menggairahkan jika kita menganggap diri kita sebagai agen rahasia Allah, yang menanti untuk memancarkan sedikit garam dalam kehidupan semua orang yang kita temui”. Bukankah hidup yang indah, bila kita menjadi berkat bagi sesama?

Bagaimana dengan kita? Apakah kita telah menjadi garam bagi sesama? Atau mungkin kita telah menjadi ‘tawar’, hingga hidup kita tidak berdampak bagi orang lain? Mereka tidak merasakan adanya ‘rasa asin’ itu dalam kehidupan kita, sehingga kita dianggap tak bernilai? Tentunya hal itu tidak dikehendaki oleh Yesus. Ia mau supaya kita menjadi garam dunia yang berfungsi dengan baik. Mari evaluasi diri. Bila perlu, lakukanlah konsultasi dengan rohaniwan atau mereka yang lebih dewasa dalam iman,untuk menemukan ‘rasa asin’ itu, agar kita dapat ‘menggarami’ dunia dengan nilai kristiani kita. (phm)

DOA: “Tolongku Tuhan, agar hidupku menjadi garam yang berdampak mengubah kehidupan orang lain di sekitarku bagi kemuliaan-Mu. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘require’, ‘GTM-57TPRBZ’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

.async-hide { opacity: 0 !important}
(function(a,s,y,n,c,h,i,d,e){s.className+=’ ‘+y;h.start=1*new Date;
h.end=i=function(){s.className=s.className.replace(RegExp(‘ ?’+y),”)};
(a[n]=a[n]||[]).hide=h;setTimeout(function(){i();h.end=null},c);h.timeout=c;
})(window,document.documentElement,’async-hide’,’dataLayer’,4000,
{‘GTM-57TPRBZ’:true});

from Blogger http://bit.ly/2vylTNO

Bikin Bingung

Posted On Agustus 14, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

(1 Petrus 4:4)
Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.

Di fitnah bukanlah sesuatu yang aneh bagi orang Kristen mula-mula. Orang-orang di sekitar mereka bingung melihat hidup mereka yang ‘aneh’ dan ‘nyeleneh’.  Aneh karena gaya hidup mereka berbeda. Mereka dianggap antisosial, tak mau bergaul dan kurang pergaulan karena tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama di dalam kubangan ketidaksenonohan.

Hidup mengikut arus itu memang gampang. Ikut-ikutan bergaya bicara seperti kebanyakan orang, berpikir, berpakaian minim, berperilaku seperti kebanyakan orang mungkin membuat Anda merasa ‘aman’ dan diterima oleh kebanyakan orang. Tetapi tahukah Anda bahwa firman Tuhan dalam Matius 7:13 mengatakan bahwa jalan kebanyakan orang itu menuju kebinasaan?

Menolak untuk menjadi serupa dengan banyak orang yang hidup menyimpang memang kelihatannya berbahaya bagi kita. Kita akan dijauhi, dicemooh, bahkan difitnah. Tetapi, kemauan untuk diterima dalam kelompok orang banyak yang menyimpang, sebetulnya berbahaya bagi Anda.

Sebab jalan mereka tidak sejalan dengan maunya Tuhan. Mayoritas manusia seperti ini hidup dalam pemberontakan melawan Allah. Masalahnya adalah, mana yang kita kita pilih: bermasalah dengan manusia ataukah bermasalah dengan Allah?

Ikut arus itu gampang. Ikan mati juga bisa ikut arus. Tetapi kita bukanlah ikan mati! Kita adalah anak-anak Bapa di Sorga. Kita telah dipanggil kepada gaya hidup yang seratus delapan puluh derajat berbeda dengan kebanyakan orang. Memang mereka akan bingung ketika kita tidak ikut-ikutan korupsi di kantor dan tidak ikut menjelek-jelekkan pemimpin.

Mereka juga bingung ketika kita menolak untuk ikut bersenang-senang di club, panti pijat dan hotel, dan ketika anak-anak muda tidak mau menyontek dan memberi contekan, tidak pacaran sembarang dan tetap menjaga kekudusan. Orang dunia akan bingung bukan kepalang dengan gaya hidup kita yang saleh. Tapi hanya dengan cara inilah hidup kita benar-benar memberi dampak besar bagi mereka. Oleh karena itu, mari kita bikin dunia bingung, sampai akhirnya nanti mereka menyerah, bertobat dan tinggalkan gaya hidup yang lama.(ait)

DOA: “Meski tampak aneh dan membingungkan, ajarilah aku untuk tetap hidup sesuai dengan gaya hidup kudus yang Kauajarkan dalam firman-Mu, ya Tuhan. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘require’, ‘GTM-57TPRBZ’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

.async-hide { opacity: 0 !important}
(function(a,s,y,n,c,h,i,d,e){s.className+=’ ‘+y;h.start=1*new Date;
h.end=i=function(){s.className=s.className.replace(RegExp(‘ ?’+y),”)};
(a[n]=a[n]||[]).hide=h;setTimeout(function(){i();h.end=null},c);h.timeout=c;
})(window,document.documentElement,’async-hide’,’dataLayer’,4000,
{‘GTM-57TPRBZ’:true});

from Blogger http://bit.ly/2hXgECw

Bukan Seteru Tapi Sahabat

Posted On Agustus 13, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Roma 5:10
Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! ()


Dalam keseharian tentu kita pernah melihat dua orang teman yang bersitegang hingga akhirnya bertengkar. Mulanya hubungan mereka baik bahkan bersahabat tetapi karena suatu masalah kemudian hubungan baik itu menjadi tegang dan malahan putus. Mereka berhenti bicara, komunikasi yang terjalin terasa tak menyenangkan dan ganjil. Lambat laun mereka menjadi seperti orang asing. Mereka menjadi terpisah satu sama lain. Pemisahan seperti ini hanya dapat dipulihkan melalui apa yang disebut sebagai pendamaian. Diperdamaikan berarti persahabatan atau keharmonisan dipulihkan kembali. Ketika dua orang yang bermusuhan menyelesaikan perbedaan mereka dan memulihkan hubungan mereka, pendamaian terwujud.

Dosa adalah kebencian Allah. Itu sebabnya ketika manusia berdosa hubungan antara manusia dengan Allah terputus. Keharmonisan yang pernah terjalin di Taman Eden sirna. Allah menjadi tak terhampiri oleh manusia. Tetapi kematian Kristus Yesus di kayu salib untuk menebus dosa manusia telah mendamaikan hubungan yang telah rusak tersebut.

Kristus memulihkan hubungan antara Allah dengan manusia. Manusia kembali dapat berhubungan baik dengan Allah melalui Tuhan Yesus. Dengarlah ucapan Tuhan Yesus ini: “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” (Yohanes 15:15). Puji Tuhan, kita yang percaya kepada Tuhan Yesus tidak lagi menjadi seteru atau musuh Allah tetapi telah menjadi sahabat Allah.

Sebagai seorang sahabat melalui Kristus Yesus, Allah begitu memperhatikan kita. Tidak akan pernah dibiarkan-Nya kita berjalan sendiri. Allah selalu ada bagi kita dalam setiap musim hidup kita, untuk turut merasakan, lalu menghibur, menolong, menopang dan menghapuskan air mata kita. Dia tuntun kita agar sampai di tempat di mana tangisan tiada, kesusahan lenyap, tempat dari senang kepada senang, yaitu sorga. Sudahkah kita menyadarinya? Mari, jangan abaikan kehadiran-Nya dalam hidup kita. Undang Dia terlibat dalam apapun di hidup kita. (tw)

DOA: “Tuhan, terima kasih telah mau menjadi sahabat setiaku. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘require’, ‘GTM-57TPRBZ’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

.async-hide { opacity: 0 !important}
(function(a,s,y,n,c,h,i,d,e){s.className+=’ ‘+y;h.start=1*new Date;
h.end=i=function(){s.className=s.className.replace(RegExp(‘ ?’+y),”)};
(a[n]=a[n]||[]).hide=h;setTimeout(function(){i();h.end=null},c);h.timeout=c;
})(window,document.documentElement,’async-hide’,’dataLayer’,4000,
{‘GTM-57TPRBZ’:true});

from Blogger http://bit.ly/2uzdqv2

Motivasi Diri

Posted On Agustus 12, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

(Yohanes 4:24)
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Setiap orang pasti bisa berdoa. Apalagi setiap agama, apapun aliran kepercayaan yang dianut, mengajarkan pengikutnya sejak kecil untuk berdoa. Tapi dalam kenyataannya, tidak semua orang dapat berdoa dengan benar. Kita bisa berdoa tetapi kepada siapakah doa itu dialamatkan, bagaimana cara kita berdoa dan apakah motivasi doa kita, semua hal ini memengaruhi jawaban doa yang akan kita terima kelak dari Tuhan.

Ada orang yang berdoa hanya supaya dilihat dan diketahui orang bahwa ia berdoa. Ini masuk dalam kategori orang munafik sebab tujuannya berdoa agar terkesan rohani. Begitu juga ada yang datang berdoa dengan memosisikan diri sebagai orang yang paling benar. Orang seperti ini ketika berdoa, dalam doanya membandingkan hidupnya dengan orang lain kemudian menghakimi dalam hati (Lukas 18:10-14).

 Berdoa tapi tidak mawas diri padahal Tuhan melihat hati manusia yang remuk dan datang kepada-Nya dengan kerendahan hati. Untuk terkesan orang berhikmat, pintar berkata-kata, ada pula yang berdoa bertele-tele seperti tidak mengenal Allah, sementara jauh sebelum kita mengucapkan, Tuhan sudah tahu kebutuhan kita (Matius 6:5-8).

Tuhan pasti sangat senang mendapati umat kepunyaan-Nya berdoa. Hanya saja kita juga harus tahu bahwa Tuhan hanya berkenan kepada orang-orang yang datang menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Tubuh kita bisa dalam keadaan berdoa dan menyembah Tuhan, tetapi yang terkoneksi dengan Tuhan adalah roh sebab Allah itu Roh (Yohanes 4:24). Roh yang membuat kita bisa berhubungan dengan Tuhan sehingga Ia memahami isi hati nurani kita dan bekerja dalam kita sesuai kehendak-Nya.

Mulai hari ini, mari persiapkan diri kita saat menghampiri Tuhan yang kudus. Percuma saja setiap hari, dan mungkin hampir setiap saat kita mengambil waktu bersekutu dengan Tuhan, tetapi dengan membawa hidup yang tidak berkenan kepada-Nya. Jika keinginan daging menguasai hasrat kita untuk berdoa, ini merupakan perseteruan terhadap Allah. Jangan sia-siakan waktu kita dengan harapan kosong karena datang dengan motivasi tidak benar. (lr)

DOA: “Dengan kerendahan hati aku datang menyerahkan pergumulanku kepada-Mu, ya Tuhan. Kuduskan, dan jauhkan daripadaku segala keinginan yang tidak berkenan kepada-Mu. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘require’, ‘GTM-57TPRBZ’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

.async-hide { opacity: 0 !important}
(function(a,s,y,n,c,h,i,d,e){s.className+=’ ‘+y;h.start=1*new Date;
h.end=i=function(){s.className=s.className.replace(RegExp(‘ ?’+y),”)};
(a[n]=a[n]||[]).hide=h;setTimeout(function(){i();h.end=null},c);h.timeout=c;
})(window,document.documentElement,’async-hide’,’dataLayer’,4000,
{‘GTM-57TPRBZ’:true});

from Blogger http://bit.ly/2uyw7uL

Semangat yang Baru

Posted On Agustus 11, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

(Ayub 9:27)
Bila aku berpikir: Aku hendak melupakan keluh kesahku, mengubah air mukaku, dan bergembira.

Ketika baru keluar dari sekolah Alkitab, saya merasa bagaikan seorang prajurit yang siap bertempur di medan perang. Membayangkan bahwa saya akan diterima sebagai kawan sekerja dari para hamba Tuhan yang senior. Namun yang saya alami justru sebaliknya. Penolakan demi penolakan bahkan pengkhianatan saya alami, bukan dari ‘musuh’ melainkan dari orang-orang yang saya anggap sebagai kawan sekerja. Hampir saja saya meninggalkan pelayanan kalau bukan karena Firman Tuhan yang telah mengingatkan dan menguatkan saya pada waktu itu.

Firman Tuhan banyak memberikan nasihat yang baik dalam kita menangani penolakan, penipuan, atau kegagalan yang sedang kita hadapi. Mungkin kita telah cukup banyak mengalami luka hati yang menahan kita untuk dapat maju. Tawar hati dan kemunduran rohani dapat menghilangkan sukacita apabila kita tidak berhati-hati menyikapinya. Bahkan kesuksesan sekalipun dapat membuat kita menjadi sasaran kritik dari rekan-rekan kita yang iri terhadap prestasi yang telah kita buat.

Karena itu berhati-hatilah dan tetap miliki semangat yang baru. Luka yang tersembunyi dalam hati dapat menyuburkan pikiran yang negatif. Seringkali luka yang paling menyakitkan bukanlah tanda bekas luka yang kelihatan dari luar, melainkan luka yang tersembunyi, yang berada jauh di kedalaman hati. Karena tersembunyi itulah, justru seringkali menjadi sangat berbahaya.

Dalam perjalanan iman kita, seringkali ada sekumpulan luka pribadi yang kemudian dapat mengikat jiwa kita seperti parasit yang akan melemahkan vitalitas hidup kita. Namun, kita tidak boleh membiarkan emosi-emosi negatif itu menguasai kita. Seperti Ayub, kita juga dapat berkata: “Aku hendak melupakan keluh kesahku, mengubah air mukaku, dan bergembira.” Dengan iman kita harus berusaha keras untuk dapat menerima luka hati kita dan minta pemulihan Tuhan. Bangkitkan suatu semangat yang baru serta dorongan untuk terus bertumbuh, hingga seluruh pikiran negatif yang sudah terpolusi akan mengalir keluar dari pikiran dan jiwa kita. (se)

DOA: “Bapa yang baik, tolonglah aku agar dapat menerima dan mengatasi setiap luka batin yang kualami. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘require’, ‘GTM-57TPRBZ’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

.async-hide { opacity: 0 !important}
(function(a,s,y,n,c,h,i,d,e){s.className+=’ ‘+y;h.start=1*new Date;
h.end=i=function(){s.className=s.className.replace(RegExp(‘ ?’+y),”)};
(a[n]=a[n]||[]).hide=h;setTimeout(function(){i();h.end=null},c);h.timeout=c;
})(window,document.documentElement,’async-hide’,’dataLayer’,4000,
{‘GTM-57TPRBZ’:true});

from Blogger http://bit.ly/2wNvU7w

Doa Bapa Kami

Posted On Agustus 10, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

(Efesus 1:9-10)
Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, … sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

Hari ini, kita akan mengupas sedikit tentang Doa Bapa Kami yang Tuhan Yesus ajarkan. Doa ini dimulai dengan, “Bapa Kami.” Kejadian 1:1 melukiskan bahwa Dia bukanlah Allah yang jauh. Ada hubungan kekeluargaan antara kita dan Allah. Dia tahu segala persoalan dan tantangan kita. Dia dengar waktu kita berdoa, apapun keadaannya. Sebab itu yakinlah bahwa Dia pasti jawab doa-doa kita, karena Roh Kudus sendiri yang menjadikan kita ini anak-anak Allah. Sering kali kita kenal Dia sebagai Bapa melalui kesulitan-kesulitan hidup. Ayub, contohnya. Pengalaman yang susah membuat kita mengenal Dia sebagai Bapa di dalam Yesus Kristus, yang selalu ada buat kita.

“Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.”  Dalam nats bacaan kita hari ini, Allah telah menyatakan kehendak-Nya pada kita, yaitu untuk menyatukan kita. Di dalam Kristus kita punya harapan untuk sampai pada kekekalan. Selanjutnya Allah yang mengasihi kita mengajarkan untuk kita berkata, “Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Kerajaan sorga sebenarnya sudah ada di dalam kita, meski bukan secara lahiriah. Tetapi suatu saat nanti, kerajaan sorga itu sungguh-sungguh akan kita tinggali. Alkitab penuh dengan janji-janji Allah, jadi baca dan baca, sebab setiap saat Roh Kudus akan mengingatkan kita, saat kita sungguh-sungguh memerlukannya.

“Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Kalau kita ditugaskan oleh perusahaan, kita akan diperlengkapi dengan fasilitas. Begitu juga dengan tugas sebagai saksi Allah. KIta adalah saksi-Nya walaupun bukan pendeta/penginjil. Dia sediakan makanan sebagai perlengkapan jasmani dan pengampunan sebagai perlengkapan rohani. Jadi ampunilah, sebab Allahlah yang punya hak untuk membalas, dan bukan kita.

“Jangan bawa kami ke dalam pencobaan” adalah program antivirus dari Allah. “Lepaskanlah kami dari yang jahat” adalah perlengkapan peperangan rohani yang Allah sediakan, agar bersama-Nya kita mendapatkan segala sesuatu. Doa ini ditutup dengan, “Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan ….” Kemuliaan-Nya, itulah alasan Dia menciptakan kita. (as)

DOA: “Terima kasih untuk Doa Bapa Kami, ya Yesus. Betapa dalam arti doa yang Kauajarkan, Tuhan. Aku mau mengucapkan Doa Bapa Kami dengan lebih sungguh, sebab kutahu kini maknanya. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘require’, ‘GTM-57TPRBZ’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

.async-hide { opacity: 0 !important}
(function(a,s,y,n,c,h,i,d,e){s.className+=’ ‘+y;h.start=1*new Date;
h.end=i=function(){s.className=s.className.replace(RegExp(‘ ?’+y),”)};
(a[n]=a[n]||[]).hide=h;setTimeout(function(){i();h.end=null},c);h.timeout=c;
})(window,document.documentElement,’async-hide’,’dataLayer’,4000,
{‘GTM-57TPRBZ’:true});

from Blogger http://bit.ly/2wK9zba

Tenaga Atau Hikmat

Posted On Agustus 9, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Pengkhotbah 10:10
Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat. ()

Kata-kata hikmat yang diucapkan oleh Raja Salomo dapat memberikan motivasi untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Ayat di atas mengingatkan kita bahwa dalam keadaan tertentu kita memerlukan tenaga, tapi kita juga memerlukan hikmat untuk berhasil. Mana yang lebih baik?
Pada suatu kali saya menggergaji sepotong kayu untuk membuat rak kayu. Dengan semangat saya menggergaji kayu itu, tapi lama sekali majunya gergaji itu, sehingga membuat saya agak kesal. Saya terus menambah tenaga saya untuk menggergaji kayu itu, namun tetap sama saja keadaannya. Setelah diperiksa, ternyata mata gergajinya sudah tumpul. Setelah saya mengasah mata gergaji tersebut, barulah gergaji itu dapat digunakan untuk memotong kayu itu dengan baik, dan pekerjaan saya pun lebih cepat selesai.

Bagi orang tertentu, sulit sekali menjalankan pekerjaan yang memerlukan banyak pikiran, misalnya untuk menjadi seorang analis kimia atau analis keuangan. Demikian juga misalnya dalam bidang pengembangan usaha dan pelayanan, karena memang harus menggunakan lebih banyak pikiran daripada tenaga.  Untuk berhasil dalam bidang apapun juga, perlu adanya keseimbangan antara tenaga dan hikmat. Pengkhotbah berkata, “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi” (Pengkhotbah 9: 10).

Tenaga memang diperlukan, tetapi hikmat juga tidak boleh dilupakan. Dalam melakukan pekerjaan Tuhan, kita juga memerlukan hikmat dari Tuhan, lewat pekerjaan dan campur tangan Roh Kudus sebagai sumber hikmat kita. Oleh karena itu, Roh Kudus disebut sebagai roh hikmat dan wahyu (Efesus 1:17). Roh itu akan mengajarkan segala sesuatu yang harus kita lakukan, bahkan hal-hal yang tidak kita ketahui, sebagaimana yang dialami oleh Daniel (baca Daniel 5: 11-12). Milikilah hikmat yang dari Tuhan dan hasilkanlah karya terbaik dalam pekerjaan kita masing-masing, sesuai talenta dan kesanggupan kita untuk hormat dan kemuliaan-Nya, Sang Pemberi Hikmat. (phm)

DOA: “Kadang kala aku gagal karena lebih banyak memakai tenaga daripada pikiranku. Berikanlah hikmat-Mu, ya Tuhan, agar aku dapat menghasilkan karya yang terbaik. Amin.”

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2vCfa6u

Laman Berikutnya »