Andalkan Tuhan

Posted On Maret 24, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!.
Yeremia 17:7.

Sobat,
Prinsip kebanyakan orang adalah bekerja keras untuk mengejar harta kekayaan dunia, tanpa disadari mereka telah mengesampingkan Tuhan dan terjerumus dalam keserakahan yang dibenci Allah; tetapi orang percaya mengutamakan Tuhan dalam segala hal dan menaruh harapan hanya kepada-Nya, hingga penyertaan Tuhan selalu ada disepanjang hidupnya. Allah adalah sumber berkat, maka kejarlah Allah, bukan mengejar berkat-Nya, sebab berkat-Nya telah tersedia bagi setiap orang yang mengandalkan Dia.

Selamat beraktivitas dan sekali Yesus tetap Yesus Gbu all.
Rs

from Blogger http://bit.ly/2mxzF0l

Hidupku selalu Tuhan cukupkan

Posted On Maret 23, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

2 Korintus 12:9
 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Senang, susah, menderita tidak tergantung dari situasi dan kondisi sebab semua itu berasal dari dalam hati kita, kuncinya adalah bisa mengucap syukur dalam setiap keadaan.
Mempertahan gengsi tidak ada habisnya, akibatnya hidup terasa sesak dan tidak nyaman, padahal gengsi tidak ada manfaatnya malah lebih banyak mendatangkan kerugian.
Orang yang sok bergengsi pasti sombong dan tinggi hati, penuh dengan iri hati dan benci, orang yang demikian hidupnya tidak dikenan Tuhan, akibatnya kehilangan damai sejahtera dan sukacita, serta sulit untuk bersyukur.
Segala sakit penyakit menyertai hidupnya, mulai dari sakit kantong, sakit tubuh, sakit hati dan sakit jiwa menjadi miliknya, jauh dari kebahagiaan tetapi dekat dengan penderitaan, mana enak hidup seperti itu! padahal hidup itu sangat sederhana.
1 Timotius 6:8-9 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah, tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Ttp semangat. Jbu
NWB

from Blogger http://bit.ly/2mXaReh

Teman sejati

Posted On Maret 21, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Amsal 14:20 
Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci, tetapi sahabat orang kaya itu banyak.





Persahabatan dalam bidang apapun akan penuh konflik, saling intai, saling curiga sama sekali tidak ada ketulusan dan bila menguntungkan dia sahabatku, bila merugikan dia musuhku. Hal ini kiranya  jangan terjadi  bila digereja kita pasti punya teman sejati, 


Amsal 18:24 Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.


Kita hanya bisa mengenali sahabat asli dan palsu melalui waktu dan masalah, ketika masalah datang kita baru tahu mana sahabat sejati dan palsu, oleh sebab itu bergaullah dengan banyak orang dan tetaplah mengandalkan Tuhan agar kita bisa menemukan sahabat yang baik dan benar.
Ttp semangat. Jbu
LH 

from Blogger http://bit.ly/2mnJTk4

Berhala masa kini

Posted On Maret 20, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

1 Yohanes 5:21
 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Berhala masa kini bukan lagi bentuk patung, keris, atau jimat jimat, akan tetapi hal hal kehidupan yang begitu menarik perhatian kita lebih daripada Tuhan.

Kita mengejarnya sedemikian rupa seolah olah lebih dari Tuhan bahkan ibadah hari minggupun diabaikan karena menganggap Tuhan nomor dua.

Tanpa disadari gejala ini sudah mewabah dalam hidup kita, juga sudah merasuk pemuka pemuka agama, sehingga dalam beribadah kita tidak lagi menempatkan Tuhan sebagai yang nomor satu; akan tetapi hal hal lain yang menjadi prioritas.

Berhala dizaman modern ini lebih berbahaya dan merusak hubungan kita dengan Tuhan, itu sebabnya kita harus lebih sungguh sungguh lagi beribadah kepadaNya hari ini.

Ulangan 11:13  Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,

Dnny

from Blogger http://bit.ly/2mGpAtf

Pilihan hidupku, Taat hukum atau tidak

Posted On Maret 19, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 37:28 (TB)  sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.

Haleluya adik adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Hari ini kita akan belajar kembali dari kebenaran firman Tuhan.

Perhatikan ayat di atas,  apa yang ada dalam kata pertama di atas. Sebab Tuhan mencintai hukum. Hal ini dapat kita lihat dan dibuktikan dalam perjanjian baru. Bagaimana Tuhan Yesus  dalam perjanjian baru tetap memegang tegas segala peratuan dan Firman Tuhan serta mengenapi peraturan dalam perjanjian lama.

Kita coba baca dalam Matius 5:18 dikatakan dengan tegas ”  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.”

Hal ini pun dapat kita lihat juga dalam perjanjian lama bagaimana Tuhan mendidik bangsa Israel untuk tetap perpegang kepada segala firman Tuhan.

Dan jika satu orang yang melanggar firman Tuhan, pasti Tuhan akan marah dan menghukum bangsa Israel.

Jadi kita sebagai anak anak Tuhan pun harus tahu dan belajar segala perintah Tuhan. Maka anak Tuhan seperti ini yang Tuhan senang dan Tuhan sayang.

Tetapi terkadang kita lemah dan tidak mengerti dan tidak mampu untuk menjalankan Firman Tuhan. Tuhan Yesus tahu akan hal itu sehingga Ia memberikan Roh Kudus kepada kita.

Baca dalam Lukas 12:12 dikatakan bahwa  Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” Dan dalam Kisah Para Rasul 5:32 dikatakan ” Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.””

Dengan sangat jelas Roh Kudus akan mengajar kita dan memberikann kemampuan untuk mengerti dan mentaati segala firman Tuhan.

Baca pada bagian B, percaya kepada Tuhan dan selalu mau melakukan yang terbaik. Maka Tuhan akan terpelihara anak anak Tuhan tersebut hingga pada akhirnya.

Baca dalam Matius 6:33 (TB)  di katakan “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. ”  Ada berkat yang Tuhan Yesus sediàkan bagi kita orang orang yang setia, taat dan melakukan kehendak Tuhan. Haleluya…

Tetapi bagi manusia yang tidak mau belajar, mentaati, melakukan, dan percaya kepada Tuhan. Maka akan ada hukuman yang telah menanti.

Jadi tinggal di pilih …. Menjadi anak Tuhan bukan suatu perkara yang mudah dan gampang. Tetapi menjadi anak Tuhan menjadi suatu kebanggaan, karena tujuan kita mau menyenangkan hati Tuhan .

Haleluya… 

from Blogger http://bit.ly/2n31iwR

Nama dan jaga

Posted On Maret 18, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

(2 Tim 2:19)
“Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”

*Biasanya, orang tua akan memberi anak-anaknya nama yang sebagus mungkin atau yang memiliki arti tertentu. Jarang ada orang tua yang asal-asalan. Namun, ada satu cerita tentang Pendeta yang memberi nama anaknya Yudas Iskandardinata. Si Yudas ini pun sempat tertekan karena teman-temannya sering menertawakan namanya. Waktu ia punya pacar, orang-orang menggoda agar pacarnya harus hati-hati jangan-jangan ia seperti Yudas yang akan berkhianat. Apalagi nama belakangnya, yaitu Iskandardinata juga mirip dengan nama belakang Yudas di Alkitab, Iskariot. Ia tertekan dengan beban itu sampai satu hari ia menyadari bahwa nama Yudas itu punya arti sangat bagus, yaitu terpujilah Tuhan. Sejak saat itu, Yudas berpikir positif bahwa melalui namanya itu orang-orang akan ingat akan pengorbanan Yesus di kayu salib dan ia juga mengambil kesempatan untuk bersaksi tentang Yesus jika ada orang yang menanyakan keunikan namanya tersebut.

*Nama yang indah tidak akan berarti apa-apa jika si empunya nama tidak menunjukkan sikap hidup yang indah juga. Sekalipun nama Yudas memiliki arti sangat bagus, tapi banyak orang berpikir sekian kali untuk memakai nama itu karena di pikiran mereka nama Yudas identik dengan pengkhianatan. Nama adalah identitas pertama bagi seseorang. Nama juga merupakan suatu doa atau pengharapan. Tapi, semua tergantung dari pribadi yang memilikinya. Nama baik seseorang dapat rusak jika orang itu tidak menjaga sikap hidupnya. Di sekeliling kita ada begitu banyak orang yang menyandang nama tokoh besar Alkitab. Namun, kadang kita toh bisa menemukan Paulus yang pemalas, Maria yang perilakunya jauh dari teladan ketaatan, bahkan Yohanes yang terlibat perkara kriminal.

*Bukan hanya nama kita sendiri yang harus dijaga, ingat juga bahwa ketika kita mengaku sebagai orang Kristen, kita terlebih juga membawa nama Kristus. Jika hari ini kita mengaku orang Kristen, itu artinya hidup kita merupakan kesaksian kita akan Kristus. Nah, bagaimanakah Kristus yang akan kita saksikan atau kenalkan pada orang-orang? Itu tergantung dari cara kita menjalani hidup sehari-hari.

*Sikap dan tindakan kita menentukan nama yang kita sandang.

Rs

from Blogger http://bit.ly/2n86f86

Lakukan yang benar, maka ada berkat

Posted On Maret 17, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 37:27
Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;

Haleluya, adik adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Hari ini kita akan belajar kembali dari kebenaran firman Tuhan yang luar biasa.

Perhatikan ayat diatas. Ayat diatas merupakan satu peringatan yang sangat keras dan baik buat kita.

Dalam terjemahan KJV di tuliskan Depart from evil, and do good; and dwell for evermore. Kita dapat artikan tinggalkan yang jahat dan lakukan yang benar.

Kenapa kita harus lakukan yang benar dan meninggalkan hal yang jahat ??

Kalo kita membaca dalam 1 Petrus 1:18-19 dikatakan bahwa ”  Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Dengan sangat jelas Petrus menjelaskan bahwa hidup kita ini bukannya milik kita, tetapi milik Tuhan Yesus Kristus. Dia yang telah mengorbankan diriNya dan menebus kita  di atas kayu salib untuk menyelamatkan kita dari lumpur dosa agar dapat masuk ke dalam sorga. Haleluya…  

 Dan jika kita yang telah dimerdekakan dari dosa dan sudah menjadi  milik Tuhan Yesus, maka kita akan melakukan apa yang menjadi keinginan dan rencana  yang telah Tuhan Yesus berikan kepada kita.

Rencana Tuhan adalah rencana yang baik dan sempurna untuk kita. Tetapi ada hal yang Tuhan minta yaitu lakukan yang benar sesuai dengan Firman Tuhan dan apa yang Tuhan suruh kerjakan.

Kita harus mampu untuk mengikis dan mematikan keinginan daging kita, agar kita layak untuk dapat memberikan yang terbaik kepada Tuhan.

Tetapi perhatikan apa yang terakhir yang akan Tuhan Yesus berikan kepada kita. Dwell for evermore : tinggal hidup untuk selama lamanya dengan Tuhan…Atau dengan kata lain  kehidupan yang kekal adalah hadiah yang ingin Tuhan berikan buat kita semua.

Bahkan dalam Seperti dalam Matius 6:33 berkata ‘Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Maka ada berkat yang ingin Tuhan Yesus berikan kepada kita semua.

Roh Kudus yang akan memberikan kemampuan itu dan memberikan pengertian yang mendalam untuk kita melakukan hal yang benar dan sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus Kristus rencanakan

Haleluya..  

from Blogger http://bit.ly/2nKIWhY

Proses dalam hidupku

Posted On Maret 16, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Roma 9;20
Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya; “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?”

Setiap orang dalam hidupnya mengalami proses demi proses, namun banyak orang tidak menyadari bahwa kehidupan itu adalah suatu proses untuk mencapai kehidupan kekal dan sebagai orang percaya, kita sadar bahwa kita perlu proses pembentukan Tuhan

Seringkali kita iri melihat orang yang sukses, hebat, mempunyai iman yang teguh dan kita juga ingin menjadi seperti orang tersebut, namun kita seringkali menghindari proses pembentukan Tuhan

Kisah hidup Yusuf adalah contoh bagaimana dia mengalami proses demi proses pembentukan Tuhan, sepertinya prosesnya begitu menyakitkan, dia tidak disukai bahkan dibenci oleh saudara-saudaranya, dibuang, dijual dan menjadi pelayan di rumah Potifar, lalu difitnah oleh isteri Potifar, dijebloskan ke dalam penjara, tidak diingat oleh juru minuman yang diartikan mimpinya oleh Yusuf

Namun kita bisa melihat bagaimana akhirnya Yusuf menjadi orang kepercayaan Firaun, “Berkatalah Firaun kepada Yusuf; “Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir”
Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir

Kita harus ingat bahwa apa pun yang terjadi dalam hidup kita ini tidak terlepas dari kontrol Tuhan, apabila ada badai menerpa kita, ingatlah bahwa Tuhan mengijinkan itu terjadi dan Tuhan menberikan kekuatan agar kita dimampukan melewatinya dan keluar sebagai pemenang
Paulus berkata, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”

Tuhan Yesus memberkati🙏🏼

Rs

from Blogger http://bit.ly/2mKI4dN

Bersyukur atas apa yang ada

Posted On Maret 15, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Fil 4:11
Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah
Belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.

Dua orang gelandangan sedang duduk mengobrol di sudut jalan. Gelandangan pertama berkata pada temannya, “Hidup ini memang susah. Tapi, seandainya saja saat ini aku punya uang satu juta, pasti hidupku bahagia.” Ternyata, obrolan kedua gelandangan itu didengar seorang jutawan yang sedang kebetulan lewat. Jutawan itu berhenti dan bertanya, “Maaf, saya dengar tadi Anda bilang hidup Anda akan bahagia jika Anda punya satu juta rupiah?” Tanyanya. “Benar sekali, Pak.” Jawab gelandangan itu. “Oke, saya akan beri Anda satu juta rupiah. Semoga Anda berbahagia” Jawab si jutawan murah hati itu sambil mengeluarkan dompetnya dan memberi seikat uang. Setelah sang jutawan pergi, apakah Anda bisa menebak apa yang akan dikatakan si gelandangan? Dia berkata pada temannya, “Wah, seandainya saja aku tadi bilang sepuluh juta!”

Nah, jika Anda berhasil menebak dengan benar, jangan-jangan itu salah satu tanda Anda juga sering berpikir demikian? Seandainya saja aku lahir di keluarga yang lebih bahagia. Seandainya saja aku tidak lahir di Indonesia. Seandainya saja aku punya kemampuan, kekayaan, popularitas, dan kesempatan seperti dirinya. Seandainya saja… Seandainya saja… Apakah ‘seandainya saja’ ini menjadi kata favorit dalam menggambarkan kehidupan Anda? Benjamin Franklin pernah berkata, “Rasa cukup membuat orang miskin menjadi kaya, tapi rasa tidak cukup membuat orang kaya menjadi miskin.”

Rasa cukup tidak ditentukan oleh apa yang kita punya. Namun, rasa cukup itu hanya ditentukan oleh bagaimana sikap kita terhadap apa yang terjadi dan apa yang kita miliki. Bukan impian yang membuat kita bahagia. Tapi, rasa syukurlah yang menentukannya. Saat kita terus melihat tetangga sebagai saingan. Saat kita hanya melihat ke atas, hanya berkumpul dengan kelompok yang membuat kita tampak malang dan menderita. Atau saat kita hanya mengukur segalanya dari materi, kita tidak akan pernah bisa merasa cukup. Jadi, mulai hari ini, berhati-hatilah jika kata “seandainya saja” lebih sering Anda ucapkan atau pikirkan ketimbang ucapan syukur. •

JCbu.. RS 

from Blogger http://bit.ly/2mq0DSL

Kita harus berbuah untuk Tuhan

Posted On Maret 14, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Filipi 1;22

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah

Setiap umat Kristiani diharapkan bahkan dituntut untuk berbuah, berbuah berbicara tentang hidup yang bermakna bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi sesama manusia
Yesus sendiri dengan tegas berkata; “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah”

Dalam perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah, sudah tiga tahun pemilik pohon ara mencari buah pohon ara dan tidak menemukannya, lalu ia mengatakan, tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!
Sudah berapa lama kita hidup di dunia ini, sudahkah kita berbuah? Kalau belum, Tuhan masih memberi kesempatan untuk kita memperbaiki diri kita, seperti pengurus kebun anggur yang meminta kesempatan agar pohon ara itu dibiarkan tumbuh sesaat lagi
Namun perhatikan dengan baik bahwa si pengurus kebun anggur akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk

Hidup kita harus bermanfaat bagi sekeliling kita, jangan terlena ketika hidup kita terasa baik-baik saja, kita berpikir bahwa kita masih punya kesempatan, kita hidup sembarangan, kita hidup dengan egois, semua berfokus pada diri kita sendiri, kita bukannya menjadi surat terbuka bagi Kristus, tetapi sebaliknya menjadi momok bagi orang lain, menjadi benalu di masyarakat

Alkitab dengan tegas memperingatkan kita tentang hidup yang berbuah atau tidak, “Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api”
Pertobatan menjadi hal yang penting agar hidup kita berbuah, Yesus mengatakan, “Jadi hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan”

Dan untuk berbuah yang baik, kita harus tinggal di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita, sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kita tidak bisa berbuah, jikalau kita tidak tinggal di dalam Dia

Tuhan Yesus memberkati🙏🏼
RS

from Blogger http://bit.ly/2mDB827

Laman Berikutnya »