SUARA YANG AGUNG

Posted On Oktober 19, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Wahyu 19:1
“Aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di surga, katanya: “Haleluya!”

Seorang anak kecil bernama Philip menyusuri jalanan sebuah kota kecil di Pennsylvania. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ia mendengar bunyi yang asing di telinganya. Ternyata yang didengarnya adalah bunyi piano. Philip Bliss yang saat itu berusia 10 tahun sangat tertarik akan bunyi itu sehingga ia mencari dan mendatangi rumah yang menjadi sumber suara tersebut.

Ketika wanita yang memainkan piano itu melihat Philip, ia berhenti bermain. Philip berkata, “Tolong, mainkan lagi!” Namun wanita itu tidak menggubris keinginan Philip dan mengusirnya. Wanita itu tak tahu betapa agungnya dentingan nada itu bagi Philip. Ia tidak tahu bahwa bocah itu kelak akan menjadi orang berbakat yang menulis banyak himne indah.

Bayangkan bagaimana bila seseorang yang memiliki bakat musik untuk pertama kalinya mendengarkan komposisi permainan piano yang indah dengan alunan nada dan suara yang bervariasi. Lalu bayangkan pula bagaimana bila kelak untuk pertama kalinya Anda mendengar irama agung yang dilantunkan oleh umat tebusan Allah di surga. Dalam kitab Wahyu kita membaca bahwa di surga nanti, ribuan orang akan menggabungkan suara mereka dengan “kecapi Allah” dan bersama-sama menyanyi, “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan Allah, Yang Mahakuasa!” (Wahyu 15:3).

Sementara menanti saat kita kelak menjadi bagian dari paduan suara surgawi itu, marilah kita mulai memuji Allah dan Juruselamat kita yang tiada bandingnya, yang layak menerima segala pujian dan kemuliaan.

MENYANYIKAN PUJIAN BAGI ALLAH
TAK AKAN PERNAH KETINGGALAN ZAMAN

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2hORO4t

Iklan

TAK PERNAH SENDIRI

Posted On Oktober 18, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 139:3
“Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi”

Dalam dunia yang semakin marak dengan berbagai alat pengintai berteknologi tinggi yang tidak lagi mahal, privasi manusia menjadi langka dan sangat berharga. Seorang agen Biro Penyelidikan berkata, “Jangan pernah berpikir Anda sendirian, karena Anda tak pernah sendiri.”

Kamera kini banyak digunakan untuk mengawasi orang di berbagai tempat umum seperti bank dan pusat perbelanjaan. Masyarakat awam pun kini dapat dengan mudah membeli kamera video kecil tanpa kabel seharga kurang dari 100 dolar untuk tujuan yang tidak semestinya.

Karenanya, mungkin terdengar aneh jika pemazmur hendak bersyukur atas hilangnya kebebasan pribadi. Namun hal itu tidak aneh ketika kita tahu bahwa kebebasan pribadinya hilang karena setiap langkahnya diawasi Allah Yang Mahabesar. Setelah menyatakan bahwa Allah mengetahui setiap pikiran, perkataan, dan tindakannya sebelum semuanya itu terjadi, Daud berkata, “Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya” (Mazmur 139:6).

Tak ada tempat yang luput dari kehadiran, tuntunan, dan perlindungan Allah (ayat 7-10). Kegelapan yang paling pekat sekalipun dapat menjadi terang karena kehadiran Allah (ayat 11,12). Sejak kelahiran sampai kematiannya, kehidupan Daud setiap hari diketahui oleh Sang Pencipta (ayat 13-16). Tak terhitung pula berapa kali Allah berpikir tentang manusia (ayat 17,18).

Keberadaan kita benar-benar terbuka di hadapan Allah. Itu sebabnya kita tak pernah sendiri dalam hubungan kita dengan Allah. Sungguh suatu penghiburan yang besar!

ORANG YANG HIDUP BERSAMA YESUS
TIDAK PERNAH SENDIRI

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2zxggQ1

HAL YANG SEPELE

Posted On Oktober 17, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

1 Petrus 5:7
“Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu”

Usaha penebangan pohon itu berjalan tanpa hambatan sampai salah seorang pekerja menjatuhkan mata kapak pinjamannya ke sungai (2 Raja-raja 6:4,5).

“Ke mana jatuhnya?” tanya Nabi Elisa (ayat 6). Ketika pekerja itu menunjukkan tempatnya, Elisa melemparkan sepotong kayu ke sana dan “timbullah mata kapak itu dibuatnya” (ayat 6). “Ambillah,” katanya. Orang itu pun “mengulurkan tangannya dan mengambilnya” (ayat 7).

Mukjizat ini melukiskan secara sederhana sebuah kebenaran yang dalam, yakni bahwa Allah mempedulikan hal-hal sepele dalam hidup kita: hilangnya mata kapak, koin, kunci, dokumen, atau lensa kontak. Semua itu adalah hal-hal kecil yang dapat membuat kita resah dan cemas. Dia memang tidak selalu mengembalikan barang yang hilang (semua akan terjadi menurut pertimbangan-Nya), tetapi yang pasti Dia memahami kehilangan yang kita alami dan menghibur kita saat berduka.

Saya sering ikut merasa sedih ketika anak anak saya kehilangan barang yang sepele. Barang yang rusak atau hilang itu memang tidak berarti bagi saya, tapi bagi mereka barang-barang itu sangat berharga. Hal itu menjadi berarti bagi saya karena barang yang hilang itu berharga bagi mereka, dan mereka berharga bagi saya.

Demikian pula Bapa kita di surga. Berbagai kekhawatiran kecil kita sangat berarti bagi-Nya karena kita sangat berarti bagi-Nya. Kita dapat menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya karena Dia mempedulikan kita.

ALLAH MEMPEDULIKAN KEKHAWATIRAN KITA
KARENA DIA MEMPEDULIKAN KITA

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2goBMlq

Layani Tuhan

Posted On Oktober 16, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

1 Petrus 4:10
 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

Dunia tidak pernah mengajarkan pada kita kasih tanpa syarat, seluruh hukum dunia adalah hukum timbal balik, yang penuh dengan syarat,  “kalau kamu baik dengan saya maka sayapun baik dengan kamu”.

Matius 5:38-39  Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Melayani dan menolong orang lain ialah hukum kasih yang diajarkan Yesus kepada kita semua, hanya jika kita sungguh sungguh mengasihiNya, maka kita baru bisa mengasihi dan melayani orang lain.

Sesungguhnya setiap kita memiliki talenta dan karunia untuk melayani, jadi sebagai pengikut Kristus lakukanlah semua itu, maka damai sejahtera dan sukacita senantiasa memenuhi kita semua.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2hJsEUX

KASIH

Posted On Oktober 15, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

1 Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Keberhasilan sebuah hubungan adalah KASIH, tanpa kasih hubungan sedekat apapun tidak akan pernah berhasil, jika kita ingin memiliki hubungan yang baik dengan siapa saja, mintalah kepada SANG pemilik kasih yaitu Yesus Kristus, maka hati kita akan bisa melepaskan pengampunan kepada siapa saja yang pernah menyakiti kita.

Yakobus 3:17  Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

Kasih Kristus akan memurnikan seluruh sikap dan perilaku kita, tidak munafik dan memihak melainkan peramah dan penurut, menjadi pendamai bagi siapa saja yang sedang kehilangan damai sejahtera, baik dalam pertengkaran dan perselisihan.

Dimanapun dirinya berada senantiasa ada damai sejahtera dan sukacita, sebab kasihNya kepada Yesus melebihi segalanya, mudah mengubur gengsi dan harga diri, menghapus segala kebencian dan kemarahan, memiliki kerinduan untuk menyatukan hubungan yang retak.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2xG3KvC

CUKUP SETIAKAH KITA?

Posted On Oktober 14, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Yesaya 6:8
“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata, “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?”

Seorang misionaris muda di Amerika Tengah tergoda untuk menyerah. Ia menulis kepada teman-teman dan sanak saudaranya, “Pada siang hari saya berlayar dengan sebuah kapal ikan. Malamnya saya tidur di atas tumpukan kulit binatang di geladak kapal. Namun, orang-orang sepertinya tidak tertarik pada Injil yang saya sampaikan. Kadang-kadang iblis menggoda dan mematahkan semangat saat saya merasa seolah-olah gagal.” Namun ia menambahkan, “Lalu saya bangkit dan bertekun kembali, karena saya ingat bahwa Allah tidak meminta pertanggungjawaban atas keberhasilan, tetapi kesetiaan kita.”

Nabi Yesaya pun barangkali tergoda untuk menyerah karena mendapat tugas yang sulit. Tuhan mengatakan bahwa setelah ia menjalankan tugas, orang-orang akan mendengar, tetapi mereka tidak akan mengerti, melihat tetapi tidak akan tanggap (Yesaya 6:9). Hati mereka menjadi keras, telinga mereka tidak mendengar, dan mata mereka tertutup (ayat 10).

Bayangkan bila Anda menjadi Nabi Yesaya atau misionaris itu. Apakah Anda akan terus berusaha atau menyerah? Apakah Anda cukup setia, atau Anda pikir pekerjaan Anda harus terlihat berhasil agar Anda merasa puas dalam melayani Tuhan? Lihatlah, sang nabi dan misionaris di atas hanya melakukan dengan setia apa yang Tuhan perintahkan.

Mereka menyampaikan firman Allah dan yakin pada tujuan-Nya. Anda juga dapat menjadi pelayan yang setia seperti mereka. Lakukan saja yang terbaik dan biarkan Tuhan menentukan hasilnya.

DUNIA MEMAHKOTAI KEBERHASILAN
ALLAH MEMAHKOTAI KESETIAAN

Semangat Pagi dan Selamat Berakhir Pekan, God Bless

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2ynbBBJ

Ikut Jalan Tuhan …lebih pasti

Posted On Oktober 13, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Matius 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Agresi atau penyerangan ketika kita melakukan sesuatu terlalu cepat, kita memompa seluruh energi agar bisa berhasil, lompatan kita mungkin terlalu tinggi dari batas kapasitas dan kemampuan kita, itu sebabnya kita jatuh kealam stres.

Arogansi sebagai letupan kesombongan dengan mengambil begitu banyak tugas dan tanggung jawab sendirian bahkan tidak sungkan untuk meng agresi bagian dari orang lain, tanpa peduli perasaan mereka.

Mengapa Yesus tidak mengajarkan tentang daya juang, keuletan dan keberanian, tetapi Dia lebih banyak mengajarkan tentang Kasih, Kelemah lembutan dan Kerendahan hati, sebab untuk mencapai semua itu butuh perjuangan, keuletan dan keberanian.

Bila stres sudah mengikat hidup kita sedemikian rupa, mengkerdilkan kapasitas kemampuan kita, kenapa sekarang kita tidak beralih kepada Tuhan, jadilah orang yang lemah lembut dan rendah hati?

Percayalah! Dalam kelemah lembutan dan kerendahan hati segala cita cita dan harapan kita akan lebih cepat berhasil dan menjadi nyata.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2hDi8hS

TAK PERNAH SENDIRI

Posted On Oktober 12, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 139:3
“Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi”

Dalam dunia yang semakin marak dengan berbagai alat pengintai berteknologi tinggi yang tidak lagi mahal, privasi manusia menjadi langka dan sangat berharga. Seorang agen Biro Penyelidikan berkata, “Jangan pernah berpikir Anda sendirian, karena Anda tak pernah sendiri.”

Kamera kini banyak digunakan untuk mengawasi orang di berbagai tempat umum seperti bank dan pusat perbelanjaan. Masyarakat awam pun kini dapat dengan mudah membeli kamera video kecil tanpa kabel seharga kurang dari 100 dolar untuk tujuan yang tidak semestinya.

Karenanya, mungkin terdengar aneh jika pemazmur hendak bersyukur atas hilangnya kebebasan pribadi. Namun hal itu tidak aneh ketika kita tahu bahwa kebebasan pribadinya hilang karena setiap langkahnya diawasi Allah Yang Mahabesar. Setelah menyatakan bahwa Allah mengetahui setiap pikiran, perkataan, dan tindakannya sebelum semuanya itu terjadi, Daud berkata, “Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya” (Mazmur 139:6).

Tak ada tempat yang luput dari kehadiran, tuntunan, dan perlindungan Allah (ayat 7-10). Kegelapan yang paling pekat sekalipun dapat menjadi terang karena kehadiran Allah (ayat 11,12). Sejak kelahiran sampai kematiannya, kehidupan Daud setiap hari diketahui oleh Sang Pencipta (ayat 13-16). Tak terhitung pula berapa kali Allah berpikir tentang manusia (ayat 17,18).

Keberadaan kita benar-benar terbuka di hadapan Allah. Itu sebabnya kita tak pernah sendiri dalam hubungan kita dengan Allah. Sungguh suatu penghiburan yang besar!

ORANG YANG HIDUP BERSAMA YESUS
TIDAK PERNAH SENDIRI

Semangat Pagi dan Selamat Beraktivitas, God Bless

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2xzMe0w

Harta di Sorga

Posted On Oktober 11, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

1 Timotius 6:18-19
 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Hal utama yang harus dilakukan ialah menginvestasikan uang kita untuk membeli aset terbaik di surga, sebab jika kita mati semua uang dan harta kita dibumi tidak lagi bernilai bagi kita.

Sebaiknya konversikan harta kita sekarang juga bagi kekekalan, disurga bukan dibumi, tempat yang terbaik, dimana tidak ada ngengat dan karat yang bisa merusaknya.

Matius 6:19-20  “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2y9Yc0I

Muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Posted On Oktober 10, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

1 Korintus 6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Ada kesalah pahaman besar mengenai Surga, bahkan bagi orang Kristen sendiri, mereka berpikir surga adalah tempat untuk bersantai ria, duduk duduk bercengkrama sambil makan coklat, bebas kemacetan karena bisa melayang layang, pokoknya tempat yang paling enak untuk hidup bermalas malasan tanpa ancaman takut kekurangan apapun.

Padahal ada tugas baru ketika kita sampai di Surga, yaitu menjadi pemuji dan penyembah bagi Allah selama lamanya, bagaimana kita bisa melaksanakan tugas kita sebagai penyembah? Jika kita belum terbiasa?

Kita tidak akan membawa uang dan harta kita kesurga, untuk membayar orang lain menggantikan jadwal tugas kita untuk melayani Tuhan, juga bukan tempat training pelatihan menjadi pemuji dan penyembah, Surga hanya menerima orang yang sudah terampil yang memiliki karakter penyembah.

Jadi karakter dan keterampilan kita, harus dilatih sekarang bukan nanti, dibumi inilah tempat traning kita menjadi spesialis pemuji dan penyembah yang memiliki karakter Kristus.

New seven Generation's artikel

(function(i,s,o,g,r,a,m){i[‘GoogleAnalyticsObject’]=r;i[r]=i[r]||function(){
(i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o),
m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m)
})(window,document,’script’,’http://bit.ly/2eGs8ZY’,’ga’);

ga(‘create’, ‘UA-6637981-18’, ‘auto’);
ga(‘send’, ‘pageview’);

from Blogger http://bit.ly/2y7X62Z

Laman Berikutnya »