Berseru dengan Percaya

Posted On Januari 20, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Matius 9:27 (TB)  Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.”

Hari belakangan ini ragam cara orang dan kelompok dalam berseru, ada yg bereaksi, pemaksaan kehendak disertai kekerasan agar mendapat perhatian dan jawaban.

Bagaimana cara kita berseru? Kenalilah kepada siapa kita berseru dan apa Responnya?

Tuhan Yesus Kristus membuktikan ia pendengar dan bukan tdk mengingat bahkan melupakan.
Ia Pendengar dan disertai dengan Belas Kasihan (aksi).

Orang Buta itu menjadi contoh utk kita tetap berseru.
Jangan berhenti berseru meski tampak gelap ataupun samar2 keadaan disekitar kita.

Lagu Lawas.
Reff
Berseru pada Yesus
Berserah pada Yesus
Dia kan memberi
Kedamaian abadi.

GPS

from Blogger http://bit.ly/2iHs5yt

Percaya, berlaku baik dan setia

Posted On Januari 19, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 37:3
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,

Haleluya, adik adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Jari ini kita kembali belajar dari kebenaran Firman Tuhan.

Perhatikan ayat diatas. Ada beberapa hal yang kita akan pelajari hari ini. Dalam ayat diatas pada bagian a dikatakan percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik.

Kita sebagai anak anak Tuhan harus percaya kepada Tuhan dengan sungguh sungguh dan bukan hanya percaya karena ikut ikutan.  Karena yohanes 3 :16 berkata barang siapa yang percaya kepadaNYA tidak binasa, melainkan peroleh hidup yang kekal. Haleluya, Ketika kita percaya sungguh, maka anugrah Tuhan berlaku atas hidup kita yaitu keselamatan  kekal.

Tetapi apakah karena kita sudah selamat maka kita bebas melakukan dosa. Tetu saja tidak. Kita harus menjadi terang dan garam dunia. Dengan cara menyaksikan kasih Tuhan Yesus dalam hidup kita. Hal ini pun diperkuat dalam Yakobus 2:18   Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

Jadi apakah perbuatan kita menyelamatkan kita? Tentu saja tidak.  surat Galatia 2:16a  Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus.

Haleluya.. kita lanjutkan dalam bagian b, dalam KJV di tulis Psalms 37:3 b ; so shalt thou dwell in the land, and verily thou shalt be fed.

Kita dapat mengerti Tuhan ingin kita ikuta kehendak Tuhan. Jika Tuhan ingin kita diam ditempat itu. Maka kita harus diam dan setia apa yang Tuhan katakan. Sampai Tuhan menyatakan kemurahannya / kuasanya / rencananya  yang indah  dalam hidup kita.

Haleluya.. setialah kepada Tuhan, percaya dengan sungguh dan berlaku dengan baik… Maka Tuhan pun akan memberikan yang terbaik untuk kamu. Haleluya..

from Blogger http://bit.ly/2k1LztH

Berharganya Mercy

Posted On Januari 18, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Matius 9:12-13 (TB)  Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Tuhan Yesus memposisikan sebagai Dokter sedangkan matius adalah Pasiennya.

Tingginya strata pendidikan , level hidup, bahkan kekayaan seseorang tdk serta merta segaris lurus Bhw Pribadi Tersebut Waras(Sehat cara Berpikir) maupun sehat Rohani.

Matius membutuhkan mercy ( belas kasihan) dr Tuhan. Kalaupun ada dlm mercy dunia dlm garasi maupun isi dlm rumahnya dianggap tak sebanding dengan hal2 Mercy yg dr Tuhan.

Mari kita miliki rasa iba bg sekitar kita,Bhw msh bnyk Orang yg sakit fisik maupun sakit rohaninya.

Bawalah kepada Mercy (belas Kasihan) dr Tabib diatas segala Tabib.
Solusi obat yg Manjur bagi yg sakit.

Lagu
Biar belas kasihanMu Bapa
Penuhi Hati Kami.
Curahkan kuasa Roh kudus
Api kemuliaanmu.
GPS.

from Blogger http://bit.ly/2iMInEu

Kasih setia Tuhan dan keadilan Tuhan

Posted On Januari 17, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 36:11
Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati!

Haleluya, adik adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Hari ini kita akan belajar kembali dari kebenaran Firman Tuhan.  Coba perhatikan ayat diatas…

Dalam ayat diatas diawali dengan kata lanjutkanlah / continue. Jadi dari kata ini kita melihat ada suatu kejadian sebelumnya yang harus kita cermati lebih dahulu….

 Jika kita melihat dalam kejadian pasal 1 menjelaskan bahwa dengan kasih Tuhan Yesus menciptakan langit dan bumi.

Dalam kej 1-2 menjelaskan bahwa setelah penciptaan kasih Tuhan masih sama dan terus berlaku. Tuhan memperhatikan segala apa yang dibutuhkan oleh manusia.

Bahkan kasih setia Tuhan itu sangat nyata ketika manusia jatuh dalam dosa.  Kita masih lihat pemeliharaan Tuhan dalam hidup manusia  yang mengenal Tuhan walaupun manusia telah  melanggar segala ketetapan yang Tuhan berikan.

Hal ini kita lihat dalam kisah Nuh, Abraham, Isak, Yakub, Musa, dan masih banyak lagi. Tetapi kasih setia Tuhan pun Tuhan tunjukan dalam Yoh 3:16.

Dia mengaruniakan AnakNYA  yang tunggal untuk dapat menyelamatkan manusia yang mengenal dan percaya kepadaNYA. Supaya orang yang mengenal Dia dan percaya kepadaNYA tidak binasa melainkan peroleh hidup yang kekal.

Kita lanjutkan  dalam bagian B. Keadilan Tuhan berbicara tentang berkat dan kebijaksanaan Tuhan  akan berlaku bagi kita orang orang yang percaya dan  melakukan segala ketetapan Tuhan dengan sepenuh hati.

Karena dalam 1 Korintus 15:58 b dikatakan bahwa  “Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” Tuhan akan membela dan membalas serta memberkati orang orang yang dengan tulus hati melayani Tuhan dalam segala bidang.

Biar nama Tuhan saja yang dipuji dan dimuliakan selalu dalam hidup kita semua. Haleluya..

from Blogger http://bit.ly/2j2mRsU

Pokok anggur dan terang Tuhan

Posted On Januari 16, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 36:10
Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.

Haleluya adik adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Hari ini kita akan kembali belajar dari kebenaran Firman Tuhan.

Coba perhatikan ayat diatas.  Sebab padamulah sumber hayat. Dalam kitab bahasa Inggris dikatakan bahwa  For with thee/  You is the fountain of life: in thy light shall we see light.

Di sini kita melihat siapakah sumber kehidupan kita ?  Dia dalam Alkitab bahasa Inggris jelas menunjuk kepada pokok pohon anggur yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Dalam Yohanes 15:5 dikatakan bahwa  Yesus sendiri berbicara kepada murid Hi.  “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Kita ini sama halnya ranting yang sangat perlu Tuhan dalam kehidupan sehari hari. Kita tidak akan bisa lepas dari Tuhan, jika kita lepas / putus seperti ranting putus dari pokoknya, maka kita akan mati

Sekarang kita mengerti bahea jika kita bersama Tuhan, maka  kita akan hidup secara jasmani terlebih rohani kita. Ingat dalam yoh 3:16  dikatakan bahwa “….. Barang siapa percaya kepadaNYA tidak binasa, melainkan peroleh hidup yang kekal “

Haleluya, Tuhan Yesus mau kita hidup melekat dengan dia. Dimana kamu berada Tuhan ada, Dimana Tuhan ada kamu pun ada. Sehingga pada akhirnya ketika Tuhan panggil  kamu pun dapat masuk kedalam sorga.

Kita sambung lagi, dalam terangMu, kami melihat terang.  Disini kita tahu bahwa Tuhan adalah terang. Terang yang menyinari dunia yang gelap ini.  Maka ketika kita sudah menjadi anak Tuhan, maka kita pun harus menjadi anak Tuhan yang memiliki terang Tuhan.

 Sehingga dalam Matius 5:14 (TB)  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Kita harus nyatakan terang Tuhan yang telah Tuhan berikan kepada kita sehingga kita dapat menerangi orang lain. Sehingga terang Tuhan pun dapat orang lain  lihat dalam hidup kita. Sehingga banyak jiwa jiwa dapat hidup dan menyaksikan terang Tuhan dan nama Tuhan Yesus Kristus yang dipuji dan dimuliakan selalu dalam hidup kita semua.

Haleluya….

from Blogger http://bit.ly/2iALE9K

*Menjaga Optimisme

Posted On Januari 15, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus (2 Kor 3:4).

*Optimisme itu seperti lilin yang memedarkan cahaya, menerangi bilik hati kita. Lilin kecil itu harus dijaga agar tetap menyala, demikianlah optimisme juga harus dijaga agar tidak meredup. Menjaga optimisme itu sederhana, yakni dengan memiliki sikap hati dan pemikiran yang benar meski kesulitan seakan tiada henti datang menghunjam. Kita harus berani menepis badai pemikiran yang terus-menerus mengembuskan keraguan, yang seakan meluruhkan keyakinan kita untuk berhasil.

*Ada nasihat dari penulis tak dikenal yang bijak untuk kita renungkan: “Keberhasilan adalah kegagalan yang dibalik, mungkin dekat ketika tampaknya begitu jauh. Jadi tetaplah optimis dan terus berjuang ketika yang tersulit menyerang, ketika segalanya tampak lebih buruk. Saat itulah Anda tidak boleh berhenti.” Namun optimisme mungkin saja menggelegak di dalam diri kita. Kita pantang menyerah, tetapi bertubi-tubi ditelikung kegagalan. Kita semakin terjerembab dalam kesulitan yang semakin memburuk. Di saat itulah kita harus memiliki optimisme yang benar, keyakinan yang berkiblat pada kepastian yang sejati: Yesus Kristus.

*Jika saat ini Anda sedang diterpa keraguan, keyakinan Anda goyah, segeralah untuk mengarahkan diri kepada Tuhan. Anda bisa menggiring keraguan keluar dari bilik hati Anda, dan menjaga optimisme Anda dalam Terang Tuhan. Percayalah, Tuhan akan memampukan kita mengatasi kesulitan demi kesulitan, termasuk kesulitan yang sudah kita bayangkan takkan mampu mengatasinya.

*Optimis saja tidak cukup, Anda harus melangkah dengan iman.

RS

from Blogger http://bit.ly/2ixPEb6

Berbicara dan berlakuku untuk memuliakan Tuhan

Posted On Januari 14, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 35:28
  Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu, memuji-muji Engkau sepanjang hari.

Haleluya adik adik yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Hari ini kita kembali belajar kembali tentang kebenaran Firman Tuhan.

Perhatikan ayat diatas,  kenapa kita berbicara tentang kebenaran Firman Tuhan?? Perhatikan ayat sebelumnya yang kita bahas beberapa hari yang lalu.

Kita sebagai anak anak Tuhan harus selalu mendukung dan menopang anak Tuhan yang lain agar kita semua tetap berjalab dalam keselamatan yang dari Tuhan Yesus Kristus.

Dan ayat selanjutnya menegaskan bahwa setelah kita berkumpul dan saling mendukung satu dengan yang lainnya. Maka kita tidak seperti orang orang dunia yang berbicara segala hal yang belum tentu berguna. Mendukung dengan cara cara duniawi / sekuluer.

Tetapi kita berkumpul dan mendukung mereka dengan bersaksi, bagaimana kita belajar dan sharing / berbagi  tentang kebenaran Tuhan, bahkan tentang apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.

Sehingga kita pun sadar dan selalu diingatkan bahwa setiap detik kita adalah berkat Tuhan. Jadi kita dapat memuji Tuhan setiap hari, setiap waktu, bahkan setiap saat. Dengan cara memuji Tuhan, bersaksi, melakukan sesuatu yang baik kepada orang lain sepwrti untuk Tuhan.

 Sehingga bukan kita saja yang memuji Tuhan tetapi setiap orang disekitar kita dan yang melihat kita  pun memuji Tuhan. Nama Tuhan Yesus Kristus saja yang dipuji dan dimuliakan selalu.. amin

from Blogger http://bit.ly/2jgXmaU

Kasih setia Tuhan

Posted On Januari 13, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Mazmur 118:2
Biarlah Israel berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya

Pemazmur menekankan bukan hanya “kasih Tuhan” saja, tetapi juga “setia-Nya”, kesetian-Nya dalam mengasihi, Tuhan itu selalu mengasihi, tidak pernah tidak, dalam khotbah “Kasih setia Tuhan”, walaupun Tuhan menghukum kita, semuanya Ia lakukan dalam kasih, dengan kasih

Berbeda sekali dengan kita, jangankan mengasihi orang yang telah menyakiti kita, kasih kita terhadap orang dekat kita pun seringkali naik turun

Demikian juga kasih kita kepada Tuhan, kita lebih banyak menuntut Tuhan daripada mengormati dan memuliakan Dia

Alkitab mengatakan, “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya”, kasih setia itu menyatu dalam hakekat dan jati diri Allah, karena itu , Ia tidak mungkin tidak setia, Ia tidak mungkin tidak mengasihi, juga ketika kita tidak setia dan tidak mengasihi-Nya, bahkan ketika kita tidak bisa memoercayai lagi bahwa Allah itu kasih dan setia

Kita sering meragukan kasih setia Allah itu, terutama ketika kesulitan demi kesulitan menerpa kehidupan kita, kita biasanya berseru Tuhan di manakah Engkau, Tuhan tolonglah aku ini

Dalam hidup ini, kita pasti mempunyai beribu-ribu alasan untuk mengeluh, namun Tuhan mau mengingatkan bahwa di dalam iman, kita harus percaya akan kasih setia-Nya
Dalam iman artinya bahwa di balik semua yang mencemaskan kita, menakutkan kita, mengkuatirkan kita, kita tetap percaya bahwa Tuhan tetap bekerja, kasih setia Tuhan tetap bekerja, bahwa Tuhan ikut bekerja di dalam segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi semua orang yang mengasihi-Nya

Orang beriman memang harus realistis, kita sadar bahwa hidup ini tidak mungkin tanpa masalah, tanpa tantangan, iman tidak membutakan mata kita sehingga kita tidak melihat masalah, iman mengajak kita untuk melihat kehidupan ini dari sudut yang lain, bahwa di dalam Tuhan, ada pengharapan, bahwa Tuhan lebih besar dari permasalahan kita, bahwa kasih setia Tuhan selalu ada bersama kita

Paulus mengatakan, “Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyang dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”

Tuhan Yesus memberkati – RS-

from Blogger http://bit.ly/2jdbG3K

MENGEMBANGKAN KOTA

Posted On Januari 12, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Amsal 11:11 (TL)
Dengan Berkat orang saleh negeripun diramaikan, tetapi oleh mulut orang jahat negeripun dirobohkan.

Memulai awal Tahun buku maupun perjalanan dalam segala lini termasuk gereja tak jarang disibukkan Rencana kerja dan tak jarang tindakan ekspansi.

Salah satu Keindahan, ramainya pergerakan kota,investasi dan perkembangan tidak mutlak Ditentukan oleh Pakar dan Hebatnya Grand design.

Kita Berdoa agar bangsa dan kota kita dimana Tuhan tempatkan sejahtera adalah panggilan.

Kesalehan Hidup adalah keharusan jika ingin memperindah dan memperkembangkan kota.

Tunjukkan kesalehan Hidup lebih baik daripada trend Omdo diluar sana.
Yuk berkati negeri dan kota dimulai kita.GPS

from Blogger http://bit.ly/2jkWCyL

*TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM

Posted On Januari 11, 2017

Filed under Renungan
Tag: ,

Comments Dropped leave a response

Pengkhotbah 3:4
“Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.”

Awal tahun, artinya  ‘musim’  kehidupan yang baru sedang dan akan kita jalani.  Tahun 2016 telah kita lewati dengan aneka nuansa:  keberhasilan, kegagalan, sukacita, dukacita, tawa dan tangis.  Tanpa penyertaan Tuhan kita takkan mampu melewati hari-hari sepanjang tahun 2016.  Karena itu bersyukurlah kepada Tuhan, karena Dialah kita dapat menanggung segala perkara.

Di segala keadaan kita,  Tuhan tidak pernah berubah, Dia selalu ada untuk kita.  Ingatlah selalu bahwa ada hukum yang berlaku di bawah kolong langit yaitu hukum tabur-tuai.  Ada musim untuk menabur dan ada musim untuk menuai.

“Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.”  (Galatia 6:8).  Sebelum menanam benih petani harus terlebih dahulu mencangkul tanahnya, mengairi, dan juga menyingkirkan segala sesuatu yang dapat menghambat benih itu bertumbuh, seperti batu-batu atau gulma, barulah ia menabur benih.

Saat menabur benih petani harus kehilangan sesuatu karena harus merelakan benih itu ditanam;  jika benih tetap berada di tangan dan tidak ditabur, benih itu akan tetap sama jumlahnya.  “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”  (Yoh 12:24).

*Untuk menuai petani harus menunggu dalam waktu yang tidak singkat:  butuh kesabaran, kesetiaan dan ketekunan.  Ada tertulis:  “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik,”  (1 Pet 3:10-11).  Kalau kita mampu melewati proses ini kita pasti akan menuai, sebab  “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,”  (Pengk 3:11).

“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.”  (Maz 126:5)

RS

from Blogger http://bit.ly/2j2Z8fi

Laman Berikutnya »